Prabowo Sebut Kekayaan Alam Indonesia Harus Jadi Sumber Kemakmuran Rakyat

Kamis, 08 Oktober 2026 15:48 WIB
Tangkapan layar: Prabowo menyampaikan pidato pada peluncuran ekspor perdana baterai kendaraan listrik dan 11 proyek industri di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah, Maluku Utara pada Kamis, 8 Oktober 2026. (IDNVoice/YouTube-Sekretariat Presiden)
Tangkapan layar: Prabowo menyampaikan pidato pada peluncuran ekspor perdana baterai kendaraan listrik dan 11 proyek industri di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah, Maluku Utara pada Kamis, 8 Oktober 2026. (IDNVoice/YouTube-Sekretariat Presiden)

IDNVoice.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan besarnya kekayaan alam Indonesia harus dikelola secara bertanggung jawab agar memberikan nilai tambah sekaligus manfaat nyata bagi kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat meluncurkan ekspor perdana baterai kendaraan listrik dan 11 proyek industri di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah, Maluku Utara, Kamis.

“Kita menyadari bahwa Tuhan Yang Maha Kuasa telah memberi kepada kita anugerah kekayaan alam yang sangat bernilai dan sangat besar. Tapi, kekayaan alam tersebut harus mampu kita kelola dengan baik sehingga dapat memberi manfaat kesejahteraan dan kemakmuran bagi rakyat dan bangsa kita,” kata Prabowo pada Kamis, 8 Oktober 2026.

Menurut Prabowo, pengelolaan kekayaan alam menjadi bagian penting dalam pembangunan industri di dalam negeri. Dengan demikian, sumber daya alam Indonesia tidak hanya diekspor sebagai bahan mentah, tetapi dapat menghasilkan nilai tambah bagi bangsa.

Prabowo menilai pembangunan industri merupakan bagian dari perjalanan panjang pembangunan bangsa atau nation building. Ia juga mengingatkan bahwa capaian pembangunan saat ini tidak terlepas dari fondasi yang telah dibangun pemerintahan sebelumnya.

Presiden menyampaikan penghormatan kepada para pemimpin terdahulu yang telah mengambil berbagai langkah pembangunan.

“Nation building adalah sebuah perjuangan dan perjalanan panjang. Nation building is a long march,” ujar Prabowo.

Karena itu, Prabowo menegaskan pembangunan industri dan pengelolaan kekayaan alam harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab, bukan hanya untuk kepentingan saat ini tetapi juga generasi mendatang.

“Masa depan kita kita hadapi dengan baik dengan penuh rasa tanggung jawab untuk anak dan cucu kita,” katanya.

Dalam pengembangan industri, Prabowo juga mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Menurutnya, aspek keselamatan, kualitas air dan udara, serta pengelolaan limbah harus menjadi perhatian utama.

Peluncuran proyek tersebut ditandai dengan penekanan sirine oleh Prabowo bersama Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, serta pimpinan perusahaan terkait.

Empat proyek yang memasuki tahap komersial yakni Blue Sparking Energy, REPT Battero Indonesia, Pioneer Aluminium Industries, dan XCMG Indonesia Manufacturing.

Sementara itu, tujuh proyek industri baru di kawasan IWIP juga memasuki tahap groundbreaking, yakni Guangqing Nickel Cobalt, Eno Prima Material, Tinci Materials Indonesia, Weda Bay Aluminium, Bintang Karya Aluminium, Flat Solar Energy Indonesia, dan Guangqing Motor Indonesia.

Total nilai investasi dari proyek-proyek yang diluncurkan tersebut mencapai 10,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp180 triliun. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid