Kampung Nelayan Merah Putih Tongke-Tongke Kirim 77 Ton Tuna Loin ke Jakarta, Harga Ikan Nelayan Naik

Selasa, 29 September 2026 09:17 WIB
Pekerja mengemas ikan tuna untuk dikirim ke luar daerah di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tongke-Tongke, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan (Sulsel). (IDNVoice/KKP)
Pekerja mengemas ikan tuna untuk dikirim ke luar daerah di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tongke-Tongke, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan (Sulsel). (IDNVoice/KKP)

IDNVoice.com - Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tongke-Tongke, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan (Sulsel), mulai menunjukkan aktivitas ekonomi dari hasil tangkapan nelayan. Hingga September 2026, KNMP tersebut telah mengirim 77 ton tuna loin ke Jakarta untuk memenuhi kebutuhan bahan baku unit pengolahan ikan (UPI).

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Operasionalisasi KNMP yang juga Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Kemasyarakatan dan Hubungan Antar Lembaga, Victor Gustaaf Manoppo, mengatakan pengiriman tuna dilakukan secara bertahap sejak KNMP mulai beroperasi pada Mei 2026.

Sebelumnya, sebanyak 65 ton tuna loin telah dikirim ke Jakarta dengan nilai mencapai Rp2,54 miliar melalui mitra koperasi.

Kemudian pada Sabtu (26 September 2026), KNMP Tongke-Tongke kembali mengirim 12 ton tuna loin untuk menjadi bahan baku UPI di Jakarta sebelum produk tersebut diekspor.

Pengolahan tuna menjadi tuna loin menjadi salah satu kegiatan usaha KNMP Tongke-Tongke. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan nelayan sebelum masuk ke pasar yang lebih luas.

Tidak hanya daging utama, bagian tuna lainnya juga dimanfaatkan. Sejumlah bagian seperti tetelan, kama, toro, dan daging merah turut dikirim ke Jakarta untuk diolah dan dipasarkan.

Operasional KNMP juga mulai memberikan dampak terhadap harga tuna di tingkat nelayan.

Direktur Pemberdayaan Usaha Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) sekaligus Sekretaris Satgas Operasionalisasi KNMP, Ali Rahmat Iman Santoso, mengatakan harga tuna yang diterima nelayan meningkat dari kisaran Rp25.000-Rp30.000 menjadi sekitar Rp45.000 per kilogram.

Menurut Ali, peningkatan harga tersebut turut berdampak pada pendapatan nelayan.

Pendapatan rata-rata nelayan disebut meningkat dari sekitar Rp4 juta menjadi Rp7 juta per bulan.

Punya 80 Anggota dan Serap 39 Tenaga Kerja Lokal

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat KNMP Tongke-Tongke yang menjadi salah satu unit bisnis Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) kini memiliki 80 anggota koperasi.

Selain menggerakkan aktivitas ekonomi nelayan, KNMP tersebut juga telah mempekerjakan 39 tenaga kerja lokal.

Operasional kegiatan didukung berbagai fasilitas untuk menunjang rantai usaha perikanan. Fasilitas tersebut meliputi cold storage, pabrik es, gudang beku, tempat pendaratan ikan, kios perbekalan, hingga kendaraan berpendingin.

Keberadaan fasilitas tersebut membantu proses penanganan hasil tangkapan sejak ikan didaratkan hingga dikirim ke lokasi pengolahan.

KKP menargetkan pengembangan KNMP tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur. Pemerintah juga mendorong penguatan kelembagaan, akses pembiayaan, pengolahan hasil perikanan, serta perluasan akses pasar.

Dengan penguatan tersebut, hasil tangkapan nelayan diharapkan tidak hanya dijual sebagai komoditas mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi.

Pengiriman 77 ton tuna loin dari KNMP Tongke-Tongke ke Jakarta menjadi salah satu gambaran awal bagaimana fasilitas kampung nelayan dapat terhubung dengan rantai pengolahan dan pasar yang lebih luas. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid