Pegiat Media Sosial Ferry Koto Mengaku Diancam dan Diduga Didoxing Usai Kritik Menteri PU

Sabtu, 18 Juli 2026 18:07 WIB
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo bersama Raffi Ahmad. (IDNVoice/Instagram)
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo bersama Raffi Ahmad. (IDNVoice/Instagram)

IDNVoice.com - Dugaan intimidasi terhadap pihak yang mengkritik Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo kembali mencuat. Setelah dialami Dosen Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Nabiyla Risfa Izzati, kini pegiat media sosial Ferry Koto mengaku mengalami ancaman dan dugaan doxing usai mengunggah kritik melalui platform X.

Melalui akun X miliknya, Ferry mengungkapkan bahwa dirinya menerima pesan dari nomor yang tidak dikenal setelah mengunggah kritik terhadap Menteri PU.

"Ada yang mau ancam-ancam saya, karena Twit tentang Dody Menteri PU," tulis Ferry dikutip dari unggahannya di X pada Sabtu, 18 Juli 2026.

Ferry mengatakan ancaman yang diterimanya serupa dengan yang dialami Nabiyla. Nomor tidak dikenal tersebut meminta dirinya menghapus unggahan yang berisi kritik terhadap Dody Hanggodo.

Tak hanya itu, Ferry mengaku data pribadinya juga dibuka oleh pihak yang menghubunginya. Data tersebut meliputi nama lengkap, pekerjaan, hingga lokasi terakhir perangkat telepon genggam yang digunakannya.

"Ini sudah jelas pelanggaran data pribadi, sampai tahu data KK. Bahkan lokasi device saya saat ini," ucap Ferry.

Setelah menelusuri nomor yang menghubunginya, Ferry mengaku nomor tersebut terhubung dengan sebuah situs berita. Ia kemudian meminta Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri melalui akun @CCICPolri untuk menyelidiki dugaan kebocoran data pribadi tersebut.

"Saya cek nomor yang WA terhubung dengan website ini. Mohon perhatian @CCICPolri data warga diretas begini," ungkap Ferry.

Kasus yang dialami Ferry menambah daftar dugaan intimidasi terhadap pihak yang menyampaikan kritik melalui media sosial dan memunculkan perhatian terkait perlindungan data pribadi serta kebebasan berpendapat di ruang digital. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid