IDNVoice.com - Sebanyak delapan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan Program Inkubator Bisnis dan Kewirausahaan (PIB-KM) STAI Yogyakarta mengikuti Pelatihan Inkubasi Bisnis yang diselenggarakan LAZISNU DIY di Lantai 5 Gedung Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) D.I. Yogyakarta, Sabtu (18 Juli 2026).
Delapan peserta tersebut berasal dari Kapanewon Girisubo dan Rongkop, Kabupaten Gunungkidul. Mereka mengikuti program sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM agar mampu berkembang secara berkelanjutan.
Wakil Ketua III STAI Yogyakarta sekaligus Pendamping UMKM Inkubasi Bisnis LAZISNU DIY, Nurhidayatuloh, mengatakan seluruh peserta didampingi langsung oleh dosen-dosen STAI Yogyakarta selama mengikuti pelatihan.
"Delapan peserta tersebut berasal dari Kapanewon Girisubo dan Rongkop, Kabupaten Gunungkidul," ujar Nurhidayatuloh dalam keterangannya pada Sabtu, 18 Juli 2026.
Menurutnya, pendampingan tersebut merupakan bentuk komitmen STAI Yogyakarta dalam membina pelaku UMKM agar memiliki kapasitas manajerial yang lebih baik dan mampu menghadapi persaingan usaha yang semakin kompetitif.
"Pendampingan tersebut merupakan wujud komitmen STAI Yogyakarta dalam membina pelaku usaha agar memiliki kemampuan manajerial yang lebih baik dan siap menghadapi persaingan usaha," ujarnya.
Pelatihan menghadirkan dua narasumber yang membekali peserta dengan materi penting dalam pengembangan usaha.
Materi pertama disampaikan oleh Annisa Miranty, Dosen Psikologi Universitas Islam Indonesia (UII), yang membahas Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM).
Dalam sesi tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya membangun tim kerja yang efektif, meningkatkan produktivitas, serta mengelola sumber daya manusia sebagai salah satu faktor utama keberhasilan usaha.
Selanjutnya, Rosa Nikmatul Fajri, Dosen Program Magister Akuntansi Universitas Widya Mataram, memberikan materi mengenai Keuangan Usaha.
Peserta dibekali pengetahuan tentang pengelolaan keuangan usaha, mulai dari pencatatan transaksi, pengaturan arus kas, hingga strategi menjaga kesehatan keuangan agar usaha mampu tumbuh secara berkelanjutan.
Selama pelatihan berlangsung, seluruh peserta mengikuti setiap sesi dengan antusias. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan serta berbagi pengalaman mengenai tantangan yang dihadapi para pelaku UMKM dalam mengembangkan usahanya.
Melalui kegiatan ini, para pelaku UMKM binaan PIB-KM STAI Yogyakarta diharapkan mampu memperkuat kompetensi dalam mengelola usaha secara lebih profesional, meningkatkan kualitas produk dan layanan, serta mendorong usahanya berkembang dan naik kelas.
"Sinergi antara perguruan tinggi, lembaga filantropi, dan pelaku usaha dalam program inkubasi bisnis ini juga diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus melahirkan UMKM yang mandiri, berdaya saing, dan mampu memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah," ujar Nurhidayatuloh. [DR]