Sebanyak 22 PCNU di Jawa Tengah Dorong Gus Yusuf Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU

Minggu, 19 Juli 2026 15:13 WIB
Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo K.H.Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf siap dicalonkan sebagai KeTum PBNU pada Muktamar mendatang. (IDNVoice/FN-Istimewa)
Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo K.H.Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf siap dicalonkan sebagai KeTum PBNU pada Muktamar mendatang. (IDNVoice/FN-Istimewa)

IDNVoice.com - Dukungan terhadap Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo K.H. Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf untuk maju sebagai Calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terus menguat. Sebanyak 22 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) di Jawa Tengah secara resmi meminta Gus Yusuf bersedia maju dalam pemilihan Ketua Umum PBNU pada muktamar mendatang.

Aspirasi tersebut disampaikan melalui sebuah maklumat yang dibacakan mewakili PCNU se-Jawa Tengah oleh Ketua PCNU Kabupaten Semarang K.H. Ahmad Fauzan di Magelang, Sabtu malam, 18 Juli 2026.

Menurutnya, para pengurus cabang menilai Nahdlatul Ulama membutuhkan sosok pemimpin yang mampu merangkul seluruh elemen organisasi serta mengembalikan orientasi NU sepenuhnya kepada khidmah bagi umat dan jam`iyah.

"Kami memandang perlu hadir kepemimpinan yang mampu menjadi aras persatuan, merangkul seluruh kader dan kekuatan NU tanpa membeda latar belakang, serta mengembalikan orientasi organisasi sepenuhnya untuk khidmah kepada umat dan jam’iyah," katanya.

Dalam maklumat tersebut, para pengurus PCNU menilai PBNU memerlukan kepemimpinan yang sejuk, mampu menjaga keseimbangan di tengah dinamika internal organisasi, serta tidak tersandera oleh konflik.

Mereka berharap kepengurusan PBNU ke depan lebih fokus memperkuat pelayanan kepada warga NU melalui pengembangan pendidikan, pesantren, layanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi, kaderisasi, hingga penguatan organisasi di tingkat cabang dan ranting.

Selain itu, maklumat juga menegaskan pentingnya kepemimpinan yang tetap berpegang teguh pada prinsip Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah, Qanun Asasi, serta nilai-nilai dan tradisi para muassis Nahdlatul Ulama.

Para pengurus menilai Gus Yusuf memiliki kapasitas untuk menjalankan amanah tersebut karena memiliki akar kuat dalam tradisi pesantren, pengalaman organisasi, serta kemampuan menjembatani berbagai kelompok di lingkungan NU.

Menanggapi dukungan tersebut, Gus Yusuf menyampaikan rasa terima kasih kepada para kiai dan pengurus PCNU yang memberikan kepercayaan kepadanya.

Ia menegaskan bahwa pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU bukan persoalan jabatan, melainkan amanah untuk mengabdi kepada organisasi dan umat.

"Saya matur nuwun atas kepercayaan dan dawuh para kiai serta sahabat-sahabat PCNU. Bagi saya, ini bukan soal jabatan, tetapi soal khidmah. Jika para masyayikh dan jam’iyah memang menghendaki dan memberi amanah, Insyaallah, saya siap menjalankannya dengan sebaik-baiknya. Yang terpenting, NU harus kembali guyub, solid, dan fokus melayani umat," katanya.

Gus Yusuf juga berharap Muktamar Nahdlatul Ulama nantinya menjadi momentum memperkuat persatuan, bukan memperlebar perbedaan.

"NU ini pesantren besar kita bersama. Muktamar harus menjadi jalan untuk menyatukan, bukan memisahkan. Siapa pun yang diberi amanah, tugas utamanya adalah membuat NU semakin guyub dan menghadirkan manfaat yang benar-benar dirasakan oleh umat," ujarnya.

Maklumat dukungan tersebut turut dihadiri oleh Himpunan Alumni Santri Lirboyo, IMAP Ittihadul Mutakhorijin Al-Falah Ploso, Alumni Asrama Perguruan Islam Tegalrejo, serta para kiai sepuh NU dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

Adapun 22 PCNU yang menyatakan dukungan kepada Gus Yusuf berasal dari Kabupaten Magelang, Kota Magelang, Purworejo, Temanggung, Wonosobo, Sukoharjo, Boyolali, Karanganyar, Sragen, Cilacap, Salatiga, Demak, Kudus, Kendal, Kabupaten Semarang, Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Pemalang, Batang, Kabupaten Pekalongan, Wonogiri, dan Kota Surakarta.

Dukungan tersebut menjadi salah satu aspirasi dari kalangan pengurus cabang di Jawa Tengah yang menginginkan kepemimpinan PBNU mendatang mampu memperkuat persatuan organisasi sekaligus meningkatkan pelayanan kepada umat. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid