Belarus Mulai Pasok Susu untuk Program MBG, Target Ekspor 20 Ribu Ton ke Indonesia hingga Akhir 2026

Selasa, 21 Juli 2026 20:45 WIB
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dan Wakil Menteri Agrikultur dan Pangan Belarus Alexander Yakovchits mengunjungi Paviliun Belarus dalam acara Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2026 di Jakarta pada Selasa, 21 Juli 2026. (IDNVoice/Antara-Uyu Septiyati Liman)
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dan Wakil Menteri Agrikultur dan Pangan Belarus Alexander Yakovchits mengunjungi Paviliun Belarus dalam acara Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2026 di Jakarta pada Selasa, 21 Juli 2026. (IDNVoice/Antara-Uyu Septiyati Liman)

IDNVoice.com - Wakil Menteri Agrikultur dan Pangan Belarus Alexander Yakovchits mengungkapkan sejumlah kontrak kerja sama telah ditandatangani pelaku usaha Belarus untuk memasok produk olahan susu yang akan mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia.

Alexander mengatakan kesepakatan tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko ke Indonesia pada awal Juli 2026.

"Memang kemarin dalam rangka kunjungan pimpinan negara kami ke Indonesia, ada kontrak yang sempat ditandatangani," ujar Alexander Yakovchits saat ditemui di Paviliun Belarus dalam ajang Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2026 di Jakarta dikutip dari Antara pada Selasa, 21 Juli 2026.

"Yang kami ketahui, sepertinya beberapa dari kontrak tersebut suplainya itu memang akan digunakan untuk program MBG," lanjutnya.

Ia menjelaskan salah satu bentuk kerja sama yang telah berjalan adalah penyediaan susu bubuk skim. Menurutnya, implementasi kerja sama dilakukan melalui dua kontrak terpisah dengan mitra di Indonesia.

"Kami sudah mulai menyuplai susu bubuk skim dalam kerangka kontrak yang ditandatangani sebelumnya. Pengiriman gelombang pertama sudah dilakukan kepada mitra-mitra kami di Indonesia. Dan setelah penyelesaian kesepakatan ini, 1.000 ton susu bubuk skim, kami mulai merealisasikan kesepakatan kedua," kata Yakovchits.

Ia mengungkapkan nilai kesepakatan tersebut mencapai 76 juta dolar AS. Belarus juga menargetkan dapat mengekspor hingga 20 ribu ton susu bubuk ke Indonesia sampai akhir 2026.

Menurut Alexander, Belarus memiliki kapasitas produksi susu yang besar. Pada 2025, produksi produk susu negaranya mencapai 9,25 juta ton, dan ditargetkan meningkat menjadi 12 juta ton pada tahun ini.

"Kami melihat Indonesia memang masih kekurangan produk susu, dan kami yakin bisa membantu untuk membangun kerja sama dalam bidang tersebut, karena kami memiliki kapasitas dalam bidang itu," ujarnya.

Sebelumnya, Indonesia dan Belarus menggelar Indonesia-Belarus Business Forum and Business Matching pada 30 Juni 2026 sebagai rangkaian kunjungan Presiden Aleksandr Lukashenko ke Indonesia pada 1–2 Juli.

Dalam forum tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah tengah menjajaki peluang impor produk susu dari Belarus guna memperkuat pasokan bahan baku Program Makan Bergizi Gratis.

Selain kerja sama di sektor susu, kedua negara juga membahas penguatan kolaborasi di bidang pertanian melalui pemanfaatan teknologi modern, termasuk pengembangan mesin pertanian, transfer teknologi, serta pembangunan fasilitas perakitan lokal.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Sugiono mengungkapkan forum bisnis tersebut memiliki potensi kerja sama senilai 500 juta dolar AS. Adapun Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti menyebut nilai perdagangan bilateral Indonesia dan Belarus saat ini baru mencapai sekitar 221 juta dolar AS. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid