Usai Swasembada Gula Konsumsi, Pemerintah Bidik Kemandirian Gula Rafinasi

Rabu, 15 Juli 2026 10:41 WIB
Ilustrasi: Petani tebu di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. (IDNVoice/RB-Istimewa)
Ilustrasi: Petani tebu di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. (IDNVoice/RB-Istimewa)

IDNVoice.com - Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengungkapkan Indonesia kini telah berhasil mencapai swasembada gula konsumsi sehingga tidak lagi bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pemerintah kini memfokuskan langkah berikutnya pada upaya mewujudkan kemandirian gula rafinasi bagi sektor industri.

Hal tersebut disampaikan Sudaryono dalam kegiatan Rembuk Petani Tebu Rakyat yang membahas penguatan ekosistem industri gula nasional melalui sinergi koperasi.

Menurut Sudaryono, pemerintah saat ini masih melakukan impor gula rafinasi untuk memenuhi kebutuhan industri. Namun, secara bertahap seluruh kebutuhan gula nasional ditargetkan dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri.

Selain memenuhi kebutuhan industri, pemerintah juga mendorong pengembangan energi terbarukan berbasis tebu sebagai bagian dari penguatan sektor perkebunan nasional.

"Ke depan, arahan Presiden adalah bagaimana seluruh kebutuhan gula, baik konsumsi maupun gula rafinasi untuk industri, sebisa mungkin dipenuhi dari dalam negeri," ujar Sudaryono pada Selasa, 14 Juli 2026.

Pemerintah optimistis target tersebut dapat dicapai melalui penguatan produktivitas petani tebu, transformasi koperasi, peningkatan kapasitas industri gula, serta sinergi lintas kementerian dan pelaku usaha.

Dengan strategi tersebut, Indonesia diharapkan tidak hanya mampu menjaga ketahanan pangan nasional, tetapi juga memperkuat kemandirian industri gula sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani tebu. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid