BGN Investigasi Dugaan Keracunan MBG di Jember, Operasional SPPG Karangsono Dihentikan Sementara

Sabtu, 18 Juli 2026 12:15 WIB
Operasional SPPG dihentikan sementara hingga hasil pemeriksaan laboratorium dan evaluasi sistem keamanan pangan selesai pasca dugaan keracunan MBG Bangsalsari Jember. (IDNVoice/Diskominfo Jember)
Operasional SPPG dihentikan sementara hingga hasil pemeriksaan laboratorium dan evaluasi sistem keamanan pangan selesai pasca dugaan keracunan MBG Bangsalsari Jember. (IDNVoice/Diskominfo Jember)

IDNVoice.com - Badan Gizi Nasional (BGN) bergerak cepat menyelidiki insiden puluhan siswa di Kabupaten Jember, Jawa Timur, yang mengalami gangguan pencernaan setelah menyantap makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG). BGN menegaskan akan melakukan investigasi menyeluruh dan mengambil langkah penanganan atas kejadian tersebut.

Wakil Kepala BGN Trenggono mengatakan pihaknya langsung menurunkan tim usai menerima laporan mengenai insiden tersebut.

"Langsung kita atasi, ya. Kita investigasi ke sana dan nanti kita akan berikan tindakan ke sana," ujar Trenggono usai rapat bersama Komisi IX DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta pada Jumat, 17 Juli 2026.

Sementara itu, Tim Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Jember telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangsono, Kecamatan Bangsalsari, pada Kamis (16/7) untuk mengevaluasi penyelenggaraan program tersebut.

Ketua Satgas MBG Jember Akhmad Helmi Luqman mengatakan sidak dilakukan menyusul laporan adanya anak-anak yang mengalami gangguan pencernaan setelah mengonsumsi menu MBG.

"Langkah itu diambil menyusul adanya laporan khususnya anak-anak yang mengalami gangguan pencernaan setelah menyantap menu makanan dari program tersebut," katanya.

Helmi menjelaskan hasil laporan di lapangan menunjukkan gejala gangguan pencernaan tidak muncul secara langsung setelah makan, melainkan baru dirasakan beberapa hari setelah pendistribusian makanan.

Menurutnya, Satgas MBG segera mengambil langkah preventif sekaligus memberikan penanganan medis secara menyeluruh agar kondisi kesehatan para siswa segera pulih.

"Satgas mengambil langkah preventif dan penanganan medis secara menyeluruh untuk memastikan anak-anak di taman kanak-kanak dan madrasah ibtidaiah kondisi kesehatannya kembali membaik," ujarnya.

Anak-anak yang terdampak kini telah menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan, di antaranya Puskesmas Sukorejo, Puskesmas Paleran, RSUD Balung, serta beberapa klinik swasta di sekitar lokasi.

Helmi menegaskan seluruh biaya pengobatan para siswa ditanggung penuh oleh Pemerintah Kabupaten Jember sesuai arahan Bupati Jember.

"Sesuai instruksi Bupati Jember, seluruh biaya pengobatan anak-anak tersebut ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah daerah alias gratis hingga sembuh," katanya.

Sebagai tindak lanjut, Satgas MBG Jember menjatuhkan sanksi administratif berupa penghentian sementara operasional SPPG Karangsono.

Penutupan sementara tersebut akan diberlakukan hingga hasil pemeriksaan sampel makanan di laboratorium selesai, sekaligus menunggu perbaikan menyeluruh terhadap sistem higienitas, kualitas penyajian makanan, serta pemenuhan izin Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Helmi mengungkapkan hasil investigasi awal yang dilakukan bersama BPOM, Dinas Kesehatan, dan puskesmas setempat menemukan adanya indikasi pelanggaran prosedur dalam proses distribusi maupun penyajian makanan di SPPG Karangsono.

"Dari hasil investigasi bersama BPOM, dinas kesehatan, dan puskesmas setempat, ditemukan adanya indikasi pelanggaran prosedur dalam proses distribusi dan penyajian makanan di SPPG Karangsono tersebut," imbuhnya.

BGN menegaskan akan terus mengawal proses investigasi hingga tuntas untuk memastikan penyebab kejadian serta mengambil langkah perbaikan agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis tetap memenuhi standar keamanan pangan dan tidak terulang di kemudian hari. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid