Dirut Agrinas Bantah Isu Pengadaan 1,8 Juta Kipas Angin untuk KDKMP, Pertanyakan Validitas Data Anggota DPR

Jum'at, 17 Juli 2026 08:01 WIB
Tangkapan layar: Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, saat Seminar Nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Gedung Sasana Kriya TMII, Jakarta Timur pada Kamis, 16 Juli 2026. (IDNVoice/YouTube-Kemendes PDT)
Tangkapan layar: Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, saat Seminar Nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Gedung Sasana Kriya TMII, Jakarta Timur pada Kamis, 16 Juli 2026. (IDNVoice/YouTube-Kemendes PDT)

IDNVoice.com - Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, angkat bicara terkait isu pengadaan 1,8 juta unit kipas angin senilai Rp1,8 triliun dalam program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Joao menegaskan informasi tersebut tidak memiliki dasar yang jelas dan mempertanyakan validitas data yang digunakan.

Pernyataan itu disampaikan Joao usai menghadiri Seminar Nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Gedung Sasana Kriya TMII, Jakarta Timur, Kamis (16 Juli 2026).

Joao menyayangkan isu tersebut justru disampaikan oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Menurutnya, sebagai wakil rakyat, setiap pernyataan yang disampaikan ke ruang publik seharusnya didasarkan pada data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Kita perhatiin ya maksudnya melihat bahwa anggota Dewan kita berani bicara di publik tanpa mendapatkan data-data yang prudent sehingga sebetulnya sikap-sikap beliau seperti itu sangat merendahkan dan tidak menjunjung tinggi kehormatan badan Dewan Perwakilan Rakyat," ujar Joao.

Ia menilai seluruh pihak seharusnya bersinergi untuk mendukung penguatan ekonomi desa melalui program KDKMP, bukan justru menyebarkan informasi yang berpotensi menjadi fitnah.

Menurutnya, narasi yang tidak didukung data hanya akan menghambat upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

"Kebenarannya (pengadaannya) tinggal ditanya kepada beliau saja datanya dari mana," ungkapnya.

Saat ditanya wartawan apakah informasi yang beredar dapat dikategorikan sebagai data "bodong" atau tidak akurat, Joao tidak memberikan jawaban secara tegas. Namun, ia mengisyaratkan bahwa informasi tersebut memang tidak memiliki dasar yang kuat.

"Kalau saya bilang bodong, anda provokasi, tapi sepertinya begitu juga (bodong) sih," jawabnya.

Lebih lanjut, Joao memastikan PT Agrinas Pangan Nusantara telah memiliki perencanaan yang jelas mengenai kebutuhan pengadaan barang dalam mendukung operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Ia menjelaskan terdapat 26 jenis sarana dan prasarana yang direncanakan untuk mendukung operasional KDKMP, termasuk kendaraan mobil pikap. Seluruh rincian pengadaan, kata dia, telah dipublikasikan sebelumnya.

"Ada 26 jenis sarana-prasarana yang diadakan di Agrinas. Rincian detailnya nanti mungkin bisa baca di kemarin waktu saya kasih di salah satu media sosial, itu kan saya sempat di-broadcast, itu di situ ada detail," pungkasnya.

Sebelumnya, isu pengadaan 1,8 juta unit kipas angin senilai Rp1,8 triliun mencuat dalam rapat kerja Komisi VI DPR RI bersama Menteri Koperasi. Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Anam mempertanyakan kebenaran informasi tersebut, sementara Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyatakan tidak mengetahui adanya pengadaan tersebut karena bukan berada di bawah kewenangan Kementerian Koperasi. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid