IDNVoice.com - Presiden Prabowo Subianto meminta Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan kajian menyeluruh terkait kecukupan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp15 ribu per penerima sebelum menetapkan kebijakan lanjutan.
Arahan tersebut disampaikan Presiden dalam pertemuan bersama jajaran BGN di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu. Presiden menekankan pentingnya setiap kebijakan didasarkan pada hasil perhitungan yang komprehensif agar pelaksanaan program berjalan optimal.
Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengatakan Presiden meminta seluruh opsi kebijakan dihitung secara matang sebelum diputuskan.
"Beliau mengatakan apakah anggaran Rp15 ribu itu sudah cukup? Silakan kaji. Jika memang tidak cukup, berapa angkanya," kata Agustina usai menemui Presiden Prabowo pada Rabu, 15 Juli 2026.
Menurut Agustina, arahan tersebut menjadi pedoman bagi BGN untuk terus menyempurnakan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis agar lebih efektif dan tepat sasaran.
"Tapi poinnya menurut saya itu hal yang sangat baik, arahan yang sangat jelas untuk kami kemudian nanti bekerja melakukan perbaikan," ujarnya.
Saat ditanya mengenai isu pengurangan anggaran MBG, Agustina menegaskan besaran anggaran masih dalam tahap penghitungan sehingga belum ada keputusan yang diambil.
"Itu kan nanti dulu, kan masih dihitung dulu berarti," katanya.
Ia juga tidak membenarkan kabar yang menyebut anggaran MBG akan dikurangi setelah evaluasi selama masa libur sekolah.
"Yang bilang siapa, tanya sama yang bikin berita," ucap Agustina.
Sebelumnya, rincian anggaran per porsi Program MBG ditetapkan sebesar Rp8.000 untuk siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga kelas 3 SD dan Rp10.000 untuk siswa kelas 4 SD hingga SMA/sederajat. Nilai tersebut merupakan biaya bahan baku makanan.
Di luar itu, pemerintah juga mengalokasikan Rp3.000 untuk biaya operasional dan Rp2.000 untuk fasilitas, sehingga total anggaran yang diperhitungkan dalam setiap porsi MBG mencapai Rp15.000.
Kajian yang dilakukan BGN diharapkan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan besaran anggaran yang paling sesuai guna memastikan Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan efektif dan mampu memenuhi kebutuhan gizi para penerima manfaat. [DR]