Bali Perkuat Ambisi Jadi Destinasi MICE Kelas Dunia Lewat BaliCEB

Minggu, 07 Juni 2026 00:06 WIB
Pelantikan Pengurus Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) periode 2026–2031 di The Meru, Sanur, Bali pada Jumat, 5 juni 2026. (Biro Komunikasi Kementerian Pariwisata)
Pelantikan Pengurus Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) periode 2026–2031 di The Meru, Sanur, Bali pada Jumat, 5 juni 2026. (Biro Komunikasi Kementerian Pariwisata)

IDNVoice.com - Bali semakin mempertegas posisinya sebagai kandidat kuat destinasi Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE) kelas dunia. Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menilai Pulau Dewata memiliki modal besar untuk bersaing di tingkat global, terutama dengan penguatan kelembagaan melalui Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) periode 2026–2031.

Pelantikan pengurus BaliCEB di The Meru, Sanur, Bali pada Jumat malam (5 juni 2026), disebut menjadi momentum penting untuk memperkuat industri MICE yang berkualitas dan berkelanjutan.

“Kehadiran BaliCEB harus menjadi instrumen baru, semangat baru, dan kekuatan baru bagi kita semua untuk mewujudkan Bali sebagai destinasi MICE kelas dunia, sekaligus menjaga kekuatan Bali dan mendorong terciptanya pariwisata yang berkualitas serta berkelanjutan,” kata Wamenpar Ni Luh Puspa dalam sambutannya.

Berdasarkan data International Congress and Convention Association (ICCA), Bali saat ini berada di peringkat ke-38 dunia sebagai destinasi penyelenggaraan pertemuan internasional asosiasi. Sepanjang 2024, Bali mencatat 54 pertemuan internasional, meningkat dari 34 pada tahun sebelumnya.

Wamenpar menegaskan industri MICE memiliki dampak ekonomi yang luas, mulai dari okupansi hotel, transportasi, konsumsi UMKM, hingga sektor ekonomi kreatif. Namun, ia juga menyoroti sejumlah tantangan seperti infrastruktur, pengelolaan lingkungan, hingga persoalan sampah yang perlu segera dibenahi.

“Saya pikir ini adalah kesempatan yang harus kita ambil bersama. Mari kita bergotong royong menyelesaikan berbagai persoalan yang ada di Bali sehingga kita benar-benar mampu mewujudkan Bali sebagai destinasi MICE kelas dunia. Event saat ini sudah dituntut memiliki standar yang memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola. Jadi bukan sekadar menyelenggarakan kegiatan, tetapi juga memastikan bagaimana dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat,” tambahnya.

Gubernur Bali Wayan Koster dalam kesempatan tersebut menegaskan BaliCEB harus bekerja terukur dan memiliki komitmen kuat dalam mendukung pengembangan pariwisata Bali. Sementara Ketua Umum BaliCEB periode 2026–2031, Ketut Jaman, menyebut ada lima agenda utama yang menjadi fokus, termasuk penguatan positioning Bali sebagai destinasi MICE global berbasis budaya dan keberlanjutan serta peningkatan promosi internasional. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid