IDNVoice.com - Antusiasme terhadap ajang Bali Tourism Run 2026 terus meningkat. Tak hanya peserta lokal, puluhan wisatawan mancanegara (wisman) dari berbagai negara mulai mendaftarkan diri untuk mengikuti lomba lari santai yang digelar dalam rangka memperingati 100 Tahun Pariwisata Bali di kawasan Jatiluwih, Kabupaten Tabanan.
Ketua Panitia Bali Tourism Run 2026, I Wayan Suberata, mengungkapkan bahwa peserta asing yang telah terdaftar berasal dari sejumlah negara, seperti Rusia, Malaysia, Jepang, dan China.
“Ada puluhan wisman yang sudah daftar asalnya dari Rusia, Malaysia, Jepang, dan China yang saya lihat, ini belum tahu informasinya melalui siapa tapi kami Asita memang masif menginformasikan ajang Bali Tourism Run melalui jaringan-jaringan kami,” kata Suberata di Denpasar pada Kamis, 19 Juni 2026.
Menurut dia, hingga saat ini jumlah peserta yang telah mendaftar untuk berlari menyusuri kawasan subak Jatiluwih sejauh lima kilometer telah mencapai lebih dari 1.500 orang. Jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah menjelang pelaksanaan kegiatan pada Minggu, 21 Juni 2026, yang menjadi bagian dari rangkaian Jatiluwih Festival.
Selain menarik minat wisatawan asing, ajang ini juga mendapat sambutan besar dari wisatawan domestik yang ikut berbondong-bondong mendaftarkan diri.
Tingginya animo peserta bahkan berdampak langsung pada sektor pariwisata setempat. Seluruh penginapan milik warga di Desa Jatiluwih dilaporkan telah penuh dipesan peserta. Kondisi ini membuat Asita Bali harus menyiapkan bantuan transportasi bagi wisatawan domestik yang tidak mendapatkan tempat menginap di lokasi acara.
“Kami benar-benar kaget karena pendaftar tiba-tiba membludak khususnya hari ini, ini memberikan efek ganda bagi hotel, akomodasi, tempat makan, hingga UMKM di Kabupaten Tabanan, padahal ini termasuk singkat cuma 20-an hari pendaftaran,” ujar Suberata.
Antusiasme peserta juga terlihat saat proses pengambilan paket lomba. Menurut panitia, jumlah peserta yang datang mengambil perlengkapan lari jauh di luar perkiraan.
“Hari ini pertama mengambil, saya pikir akan sepi, ternyata jam 10 pagi sudah banyak yang datang padahal kami mulai jam 1 siang, terus berlanjut sampai malam ini semua semangat mengambil paket larinya,” kata dia.
Meski demikian, panitia memperkirakan sebagian besar wisman dan wisatawan domestik dari luar Bali baru akan tiba sehari atau dua hari menjelang pelaksanaan kegiatan.
Dari sejumlah peserta yang ditemuinya, Suberata mengaku banyak peserta tertarik mengikuti Bali Tourism Run karena ingin merasakan sensasi berlari di tengah hamparan sawah terasering Jatiluwih yang terkenal dengan panorama alamnya yang indah, udara sejuk, serta lingkungan pedesaan yang asri.
Kawasan Jatiluwih sendiri merupakan salah satu destinasi wisata unggulan Bali yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO dan setiap harinya dikunjungi ribuan wisatawan.
Selain menawarkan pengalaman berlari di lokasi ikonik, panitia juga menyiapkan berbagai hadiah menarik, termasuk satu unit sepeda motor, serta beragam aktivitas pendukung yang menjadi bagian dari perayaan satu abad pariwisata Bali.
“Selain itu kami siapkan berbagai hadiah salah satunya sepeda motor, ada berbagai aktivitas disana, festival juga memperingati 100 tahun pariwisata Bali, jadi ternyata itu yang membuat orang-orang mengikuti Bali Tourism Run,” kata Suberata.
Membludaknya jumlah peserta menunjukkan tingginya daya tarik wisata olahraga (sport tourism) di Bali. Selain menjadi ajang promosi destinasi, kegiatan ini juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat lokal melalui peningkatan okupansi penginapan, kunjungan ke restoran, hingga penjualan produk UMKM di kawasan Tabanan. [DR]