Masjid Tuo Ampang Gadang Bersolek, Siap Tarik Wisatawan dan Gerakkan UMKM Lokal

Sabtu, 20 Juni 2026 11:50 WIB
Ilustrasi: Masjid Ampang Gadang di Desa Ampang Gadang, Kecamatan Guguk, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat pada tahun 2020. (IDNVoice/Wikipedia-Rahmat Irfan Denas)
Ilustrasi: Masjid Ampang Gadang di Desa Ampang Gadang, Kecamatan Guguk, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat pada tahun 2020. (IDNVoice/Wikipedia-Rahmat Irfan Denas)

IDNVoice.com - Menteri Kebudayaan Fadli Zon berharap pemugaran Masjid Tuo Ampang Gadang di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, tidak hanya menjaga warisan sejarah bangsa, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui pengembangan kawasan sebagai destinasi budaya dan wisata.

Harapan tersebut disampaikan Fadli Zon saat meresmikan pemugaran tahap pertama Masjid Tuo Ampang Gadang pada Jumat (19 Juni 2026). Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti yang turut disaksikan Bupati Lima Puluh Kota Safni Sikumbang dan Wakil Bupati Ahlul Badrito Resha.

“Setelah renovasi diperlukan dukungan masyarakat, pemerintah kabupaten, dan DPRD untuk mengaktivasi masjid,” kata Fadli Zon dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu, 20 Mei 2026.

Masjid Tuo Ampang Gadang yang berdiri sejak tahun 1834 merupakan salah satu bangunan cagar budaya penting di Sumatera Barat. Menurut Fadli, pemugaran tahap berikutnya akan difokuskan pada penataan kawasan, pemasangan pagar, serta penyediaan informasi bagi para pengunjung yang ditargetkan rampung pada 2026.

Ia menjelaskan, upaya pelestarian tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap kebudayaan.

Fadli juga berharap masjid bersejarah tersebut tetap hidup bersama komunitasnya dan terus menjadi bagian dari pelestarian sejarah serta tradisi keagamaan masyarakat setempat.

“Mudah-mudahan Masjid Tuo Ampang Gadang yang sudah kita perbaiki, kita pugar, dapat menjadi masjid yang terus berlangsung dengan komunitasnya, dengan sejarahnya, dengan ajaran-ajarannya,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Lima Puluh Kota Safni Sikumbang menyambut baik pemugaran masjid tersebut. Menurutnya, program itu sejalan dengan prioritas pembangunan nasional di bidang kebudayaan sekaligus mendukung pembangunan daerah.

Pada tahap selanjutnya, pemerintah juga akan melakukan pemugaran menara masjid yang dibangun pada tahun 1901. Menara tersebut diyakini memiliki nilai arsitektur tinggi karena merupakan hasil akulturasi budaya Minangkabau dengan budaya Mughal dari Asia Tengah.

Kementerian Kebudayaan bersama pemerintah daerah berkomitmen mengembangkan kawasan Masjid Tuo Ampang Gadang sebagai destinasi budaya, sejarah, wisata religi, wisata kuliner, hingga wisata alam. Pengembangan kawasan tersebut diharapkan mampu menjadi daya tarik baru yang mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar sekaligus memperkuat pelestarian warisan budaya bangsa. [DR



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid