IDNVoice.com - Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) menyelenggarakan Workshop Master Asesor Kompetensi Tahun 2026 di Jakarta, Kamis (18 Juni 2026), yang diikuti oleh 226 Master Asesor dan Calon Master Asesor dari berbagai sektor. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat kapasitas asesor sekaligus menjaga mutu, integritas, dan akuntabilitas pelaksanaan sertifikasi kompetensi nasional dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing.
Ketua BNSP, Syamsi Hari, mengungkapkan bahwa pelaksanaan sertifikasi kompetensi nasional terus menunjukkan tren positif dalam tiga tahun terakhir. Ia menyebutkan bahwa sepanjang 2024 hingga 2026, jumlah Asesor Kompetensi telah mencapai 24.966 orang, sementara jumlah peserta yang telah menjalani asesmen kompetensi mencapai 1,6 juta orang.
"Dari tahun 2024 hingga 2026, jumlah Asesor Kompetensi telah mencapai 24.966 orang. Adapun jumlah peserta yang telah diasesi mencapai 1,6 juta orang. Ini menunjukkan perkembangan yang terus meningkat dari tahun ke tahun meskipun berada di tengah kebijakan efisiensi," ujarnya.
Menurut Syamsi, capaian tersebut menunjukkan bahwa program sertifikasi kompetensi masih memperoleh tingkat kepercayaan dan kebutuhan yang tinggi dari dunia kerja maupun masyarakat. Ia mengaku sempat memperkirakan kebijakan efisiensi akan berdampak pada penurunan jumlah peserta sertifikasi. Namun, kondisi yang terjadi justru sebaliknya.
"Saya sempat berpikir dengan adanya efisiensi jumlahnya akan berkurang. Namun yang terjadi justru sebaliknya, mengalami peningkatan," katanya.
Pada kesempatan itu, Syamsi Hari juga mendorong seluruh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) untuk mulai melakukan analisis yang lebih komprehensif terkait dampak dan manfaat sertifikasi kompetensi, baik bagi individu, industri, maupun masyarakat.
"Kami ingin di masing-masing LSP membuat analisis mengenai dampak dan manfaat sertifikasi sehingga dapat terlihat oleh pimpinan dan para pemangku kepentingan. Manfaatnya harus bisa terukur dan terdokumentasi dengan baik," tegasnya.
Menurutnya, hasil analisis tersebut akan menjadi bahan penting bagi BNSP dalam menyampaikan manfaat sertifikasi kepada publik, para pemangku kepentingan, hingga lembaga legislatif.
"Kami perlu menyampaikan kembali kepada rakyat melalui DPR, berbagai forum, maupun secara langsung kepada masyarakat bahwa sertifikasi kompetensi memberikan manfaat yang nyata," lanjutnya.
Lebih lanjut, Syamsi Hari menegaskan pentingnya peran Master Asesor dalam menjaga kualitas dan kredibilitas sistem sertifikasi kompetensi nasional. Ia menekankan bahwa seluruh proses sertifikasi harus dapat dipertanggungjawabkan dan menghasilkan standar kompetensi yang terjaga.
"Kami ingin BNSP melalui bapak dan ibu semua dapat menjaga hasil dan mutu kompetensi. Kita harus menjaga itu karena bagaimanapun seluruh proses sertifikasi harus dapat dipertanggungjawabkan," ujarnya.
Sementara itu, Anggota BNSP, Miftakul Azis, memaparkan hasil Program Pemeliharaan Kompetensi Master Asesor dan Calon Master Asesor yang menunjukkan capaian cukup memuaskan. Berdasarkan data tahun 2025, terdapat 157 Master Asesor dan 34 Calon Master Asesor atau total 191 orang yang mengikuti program tersebut.
"Tahun 2025 tercatat 191 orang yang mengikuti program pemeliharaan kompetensi Master Asesor dan hasilnya hanya 1,05 persen memerlukan perbaikan. Alhamdulillah tahun 2026 jumlah Master Asesor BNSP juga sudah meningkat menjadi 202 orang dan Calon Master Asesor 24 orang," ujar Azis.
Azis menyatakan, program pemeliharaan dilakukan dengan pendekatan Uji tulis, Kinerja Employability, kinerja Penyelesaian Projec, dan kinerja dinamika kelompok. Ia lantas mengurai workshop Master Asesor dimaksudkan untuk memastikan kesiapan sistem sertifikasi kompetensi kerja nasional dalam merespon distrupsi pasar kerja, perkembangan Green Jobs dan kesipanan sumber daya sertifikasi dalam melayani sertifikasi kompetensi kepada profesional yang terlibat dalam mensukseskan program prioritas Bapak Presiden seperti sertifikasi pengurus KDKMP, pengelola SPPG dalam program MBG dan sertifikasi kompetensi lulusan magang perguruan tinggi.
Workshop ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua BNSP, Ulfah Mashfufah, serta jajaran Anggota BNSP, yaitu Amilin, Adi Mahfudz Wuhadji, Nurwijoyo Satrio Aji Martono, dan Muhammad Nur Hayid. Kehadiran jajaran pimpinan BNSP tersebut menegaskan komitmen lembaga dalam memperkuat sistem penjaminan mutu sertifikasi kompetensi nasional yang kredibel, akuntabel, dan memberikan manfaat nyata bagi pembangunan sumber daya manusia Indonesia. [DR]