IDNVoice.com - Nama Budiman Sudjatmiko kembali menjadi perhatian publik setelah kehadirannya dalam sebuah forum di kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) mendapat penolakan dari sejumlah mahasiswa. Dalam aksi tersebut, terdengar pekikan "pengkhianat reformasi" yang ditujukan kepada mantan aktivis prodemokrasi yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin).
Insiden tersebut kembali memunculkan perdebatan mengenai perjalanan politik Budiman. Sebagian pihak memandangnya sebagai simbol keberhasilan demokrasi Indonesia, mengingat perjalanan hidupnya dari seorang aktivis yang pernah menjadi tahanan politik pada era Orde Baru hingga menduduki jabatan strategis di pemerintahan.
Namun, sebagian kalangan lain menilai langkah politik Budiman yang kini berada di lingkar kekuasaan bertentangan dengan semangat perjuangan dan perlawanan yang dahulu ia usung.
Di tengah polemik tersebut, perhatian publik juga tertuju pada laporan harta kekayaan Budiman Sudjatmiko yang tercatat mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), saat mengakhiri masa tugasnya sebagai anggota DPR pada 2019, Budiman melaporkan total kekayaan sebesar sekitar Rp1,79 miliar.
Namun dalam laporan terbaru yang disampaikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), total kekayaannya tercatat mencapai sekitar Rp7,33 miliar. Dengan demikian, dalam kurun waktu sekitar enam tahun, nilai kekayaan Budiman meningkat lebih dari empat kali lipat dibandingkan saat meninggalkan kursi parlemen.
Rincian aset yang dilaporkan mencakup tanah dan bangunan senilai sekitar Rp4,4 miliar, kendaraan bermotor sekitar Rp1,1 miliar, harta bergerak lainnya sekitar Rp1,68 miliar, kas dan setara kas sekitar Rp825 juta, serta aset lainnya. Setelah dikurangi utang sebesar Rp828 juta, total kekayaan bersih Budiman tercatat sebesar Rp7,33 miliar.
Meski mengalami kenaikan yang cukup mencolok, jumlah kekayaan tersebut masih tergolong lebih rendah dibandingkan sejumlah pejabat tinggi negara lainnya yang memiliki total kekayaan puluhan hingga ratusan miliar rupiah.
Sorotan terhadap Budiman pun kini tidak hanya berkisar pada posisi dan sikap politiknya, tetapi juga pada perkembangan harta kekayaannya yang meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Di tengah kritik dan dukungan yang terus mengiringi langkah politiknya, Budiman kembali menjadi figur yang memancing perdebatan di ruang publik. [DR]