Bimtek DPRD Gelora, Anis Matta Ajak Kader Hadirkan Perubahan Nyata

Sabtu, 13 Juni 2026 21:20 WIB
Ketua Umum Partai Gelora Indonesia, Anis Matta, memberikan keterangan kepada wartawan usai kegiatan bimbingan teknis (bimtek) anggota DPRD Partai Gelora di Jakarta pada Sabtu, 13 Juni 2026. (ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat)
Ketua Umum Partai Gelora Indonesia, Anis Matta, memberikan keterangan kepada wartawan usai kegiatan bimbingan teknis (bimtek) anggota DPRD Partai Gelora di Jakarta pada Sabtu, 13 Juni 2026. (ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat)

IDNVoice.com - Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Anis Matta menegaskan bahwa partai politik perlu kembali pada fungsi dasarnya sebagai penggerak perubahan sosial, bukan sekadar mengikuti arus opini publik atau menjadi kendaraan menuju kekuasaan.

Pernyataan tersebut disampaikan Anis saat memberikan arahan dalam bimbingan teknis (Bimtek) anggota DPRD Partai Gelora di Jakarta pada Sabtu, 13 Juni 2026. Menurutnya, organisasi politik pada hakikatnya dibentuk untuk menjalankan misi perubahan yang mampu membawa masyarakat ke arah yang lebih baik.

"Organisasi politik pada dasarnya diciptakan untuk menjalankan misi sebagai mesin perubahan. Tugas para pemimpin adalah mendengarkan suara rakyat," kata Anis pada Sabtu, 13 Juni 2026.

Meski demikian, ia menilai tidak semua aspirasi masyarakat dapat diakomodasi secara langsung. Karena itu, seorang politikus dituntut memahami cara berpikir masyarakat agar mampu menghadirkan solusi dan perubahan yang dibutuhkan.

Menurut Anis, peran politikus tidak cukup hanya menjadi pengikut kehendak publik. Seorang pemimpin harus mampu memengaruhi persepsi masyarakat dan memberikan arah melalui gagasan serta tindakan yang nyata.

"Kalau kita mampu mengikuti atau mengubah persepsi publik, itu baru pemimpin. Kalau kita mampu mengubah cara masyarakat hidup, itu baru partai politik. Kalau hanya mengikuti arus, kita adalah pengikut, bukan pemimpin," ujarnya.

Anis menilai fungsi partai politik sebagai agen perubahan sosial saat ini mulai memudar. Ia melihat praktik politik yang terlalu berorientasi pada modal dan kepentingan elektoral telah menggeser peran strategis partai dalam melakukan transformasi sosial.

Menurutnya, banyak partai politik kini lebih berfungsi sebagai sarana untuk memasuki kekuasaan dibandingkan menjadi instrumen yang mendorong perubahan di tengah masyarakat.

Karena itu, Anis meminta para kader Partai Gelora yang menjabat sebagai anggota legislatif untuk mengambil peran sebagai pemimpin perubahan di daerah masing-masing. Ia menekankan bahwa keberhasilan partai politik tidak hanya ditentukan oleh besarnya sumber daya yang dimiliki, tetapi juga oleh kemampuan menghadirkan gagasan yang mampu menggerakkan masyarakat.

Sebagai contoh, Anis menyinggung sejumlah organisasi kemasyarakatan yang mampu tumbuh besar meskipun berawal dari sumber daya yang terbatas. Menurutnya, keberhasilan organisasi tersebut ditopang oleh semangat sukarela serta tujuan perubahan yang kuat.

"Kalau kita mampu mengubah cara masyarakat hidup, itu baru partai politik," kata Anis menegaskan kembali. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid