Dari Uruguay hingga Qatar, Negara dengan Pelatih Lokal Selalu Keluar sebagai Juara

Jum'at, 12 Juni 2026 10:56 WIB
Tampak detail trofi Piala Dunia 2026 saat peluncuran jam hitung mundur satu tahun menuju Piala Dunia FIFA 2026 di General Prim, pada 11 Juni 2025 di Mexico City, Meksiko. (Getty Images)
Tampak detail trofi Piala Dunia 2026 saat peluncuran jam hitung mundur satu tahun menuju Piala Dunia FIFA 2026 di General Prim, pada 11 Juni 2025 di Mexico City, Meksiko. (Getty Images)

IDNVoice.com - Sejak Piala Dunia pertama digelar pada 1930 hingga edisi terbaru di Qatar 2022, satu fakta menarik masih bertahan dalam sejarah sepak bola dunia: setiap tim juara selalu ditangani oleh pelatih lokal.

Dari Uruguay pada 1930 hingga Argentina di Qatar 2022, tidak pernah ada satu pun negara yang berhasil menjadi juara dunia dengan pelatih asing di kursi kepelatihan. Tren ini menunjukkan betapa kuatnya peran identitas sepak bola nasional dalam meraih gelar tertinggi.

Sejarah dimulai di Montevideo pada 1930, ketika Uruguay di bawah arahan Alberto Suppici mencatatkan diri sebagai juara dunia pertama setelah mengalahkan Argentina 4-2 di final. Sejak saat itu, tradisi pelatih lokal terus berlanjut.

Italia kemudian dua kali juara pada 1934 dan 1938 bersama Vittorio Pozzo, disusul Brasil, Inggris, Jerman, Prancis, Spanyol, hingga Argentina yang menjuarai edisi 2022 di bawah Lionel Scaloni. Dalam seluruh perjalanan panjang turnamen, tidak satu pun gelar jatuh ke tangan pelatih asing.

Fenomena ini juga memperkuat pandangan bahwa pemahaman budaya sepak bola, karakter pemain, dan identitas taktik lokal menjadi faktor penting dalam keberhasilan sebuah tim nasional di panggung terbesar dunia.

Di era modern yang semakin global, banyak tim nasional kini memang menggunakan pelatih asing, namun sejarah Piala Dunia tetap menunjukkan satu pola yang belum pernah berubah; juara selalu lahir dari tangan pelatih yang berasal dari negara itu sendiri.

Berikut daftar pelatih lokal yang membawa negaranya menjuarai Piala Dunia dari 1930 hingga 2022:

  1. Alberto Suppici, Uruguay (1930)
  2. Vittorio Pozzo, Italia (1934)
  3. Vittorio Pozzo, Italia (1938)
  4. Juan López Fontana, Uruguay (1950)
  5. Sepp Herberger, Jerman Barat (1954)
  6. Vicente Feola, Brasil (1958)
  7. Aymoré Moreira, Brasil (1962)
  8. Alf Ramsey , Inggris (1966)
  9. Mário Zagallo, Brasil (1970)
  10. Helmut Schön, Jerman Barat (1974)
  11. César Luis Menotti, Argentina (1978)
  12. Enzo Bearzot, Italia (1982)
  13. Carlos Bilardo, Argentina (1986)
  14. Franz Beckenbauer, Jerman Barat (1990)
  15. Carlos Alberto Parreira, Brasil (1994)
  16. Aimé Jacquet, Prancis (1998)
  17. Luiz Felipe Scolari, Brasil (2002)
  18. Marcello Lippi, Italia (2006)
  19. Vicente del Bosque, Spanyol (2010)
  20. Joachim Löw, Jerman (2014)
  21. Didier Deschamps, Prancis (2018)
  22. Lionel Scaloni, Argentina (2022)


Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid