IDNVoice.com - Menteri Ketenagakerjaan Yassierli memaparkan berbagai program strategis Presiden Prabowo Subianto yang dirancang untuk menciptakan lapangan kerja baru sekaligus memperkuat pelindungan pekerja di tengah perubahan ekonomi dan perkembangan teknologi digital.
Dalam Sidang Pleno International Labour Conference (ILC) ke-114 di Jenewa, Swiss, Selasa (9/6/2026), Yassierli menekankan bahwa penguatan keterampilan harus berjalan beriringan dengan penciptaan lapangan kerja yang berkualitas.
Ia menyebut sejumlah program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Kampung Nelayan Merah Putih, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Food Estate, hingga proyek hilirisasi sebagai bagian dari agenda pemerintah untuk membuka jutaan peluang kerja baru bagi masyarakat.
"Penguatan keterampilan harus berjalan seiring dengan penciptaan lapangan kerja," tegasnya.
Selain membuka peluang kerja, pemerintah juga memperkuat aspek perlindungan tenaga kerja. Dalam forum internasional tersebut, Menaker menyampaikan instrumen ratifikasi Konvensi International Labour Organization (ILO) Nomor 188 tentang Pekerjaan dalam Sektor Penangkapan Ikan sebagai bentuk komitmen Indonesia terhadap kerja layak, kesehatan, dan keselamatan pekerja, termasuk awak kapal perikanan.
Indonesia juga terus mendorong penyusunan kebijakan nasional bagi pekerja platform digital yang jumlahnya terus meningkat seiring perkembangan ekonomi digital.
"Pelindungan dan kesejahteraan pekerja platform menjadi bagian penting dari respons Indonesia terhadap perkembangan ekonomi digital dan perubahan pola kerja," katanya.
Komitmen tersebut diperkuat melalui dialog sosial yang melibatkan pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja melalui Lembaga Kerja Sama Tripartit Nasional. Forum tersebut menjadi wadah pembahasan berbagai regulasi dan inisiatif bersama terkait produktivitas, keselamatan dan kesehatan kerja, serta pelatihan vokasi.
Yassierli juga menyatakan kesiapan Indonesia untuk memperluas kerja sama dengan International Labour Organization (ILO) dan berbagai mitra internasional. Kerja sama itu mencakup pengembangan kurikulum pelatihan vokasi, pembangunan pusat pelatihan bagi penyandang disabilitas, hingga penguatan dukungan bagi pekerja terdampak pemutusan hubungan kerja dan kelompok rentan lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Menaker turut menegaskan solidaritas Indonesia terhadap rakyat Palestina. Pemerintah Indonesia, kata dia, terus mendukung ILO Emergency Response Programme yang bertujuan memulihkan pekerjaan, mata pencaharian, serta kelembagaan ketenagakerjaan di wilayah Arab yang diduduki.
"Indonesia siap bekerja sama dengan ILO dan seluruh pemangku kepentingan untuk memajukan kerja layak, keadilan sosial, dan kesejahteraan bersama. Bersama-sama, kita membangun masa depan kerja yang menghormati martabat pekerja," ujar Menaker. [DR]