IDNVoice.com - Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM) 2025, Tiyo Ardianto, menyoroti pengangkatan Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang menggantikan Dadan Hindayana.
Dalam sebuah program televisi nasional yang tayang pada Minggu, 7 Juni 2026, Tiyo mempertanyakan kapasitas dan arah kepemimpinan Nanik setelah resmi menjabat sebagai Kepala BGN. Menurutnya, pernyataan awal Nanik yang berencana memberdayakan kantin sekolah dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) seharusnya telah dilakukan sejak awal program berjalan.
Tiyo menilai langkah tersebut terlambat mengingat program MBG telah berlangsung sekitar satu tahun dan ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah dibangun.
"Kepala BGN dicopot, Pak Dadan dicopot diganti Bu Nanik. Tapi kita lihat pidato pertama Bu Nanik tidak ada satu poin transformasional yang disampaikan. Sudah 27 ribu SPPG dibangun baru kantin sekolah diberdayakan. Itu sudah terlambat luar biasa," kata Tiyo.
Selain mengkritisi kebijakan yang disampaikan Nanik, Tiyo juga menyoroti latar belakang profesional Kepala BGN yang baru tersebut. Ia menilai kompetensi menjadi salah satu syarat penting dalam pengisian jabatan publik.
"Sebenarnya kita sudah dihadapkan pada situasi di mana syarat pejabat itu kan dua, kompetensi dan moralitas. Tapi di zamannya Pak Prabowo kompetensinya tidak ada, moralitasnya tidak ada, yang penting loyalitasnya. Bu Nanik itu kalau kita ngomong kompetensinya apa? Beliau adalah seorang wartawan, kebetulan menjadi timses, sempat punya masalah moral terkait Bu Ratna Sarumpaet yang bikin kebohongan publik. Lalu loyal kepada Pak Prabowo menjadi Wakil Kepala BGN, lalu hari ini dipilih jadi Kepala BGN," ujar Tiyo.
Pernyataan tersebut langsung mendapat respons dari Juru Bicara Partai Gerindra, Astrio Feligent, yang turut hadir dalam acara tersebut.
Astrio mempertanyakan dasar penilaian Tiyo yang dinilai mengaitkan kompetensi seseorang dengan profesi sebelumnya.
"Jadi menurut Mas, wartawan tidak kompeten?" tanya Astrio menanggapi kritik yang disampaikan Ketua BEM UGM itu.
Perdebatan tersebut menjadi bagian dari diskusi yang mengemuka setelah pergantian kepemimpinan di BGN, lembaga yang bertanggung jawab menjalankan Program MBG, salah satu program prioritas pemerintah. [DR]