IDNVoice.com - Kunjungan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang ke Kementerian Kesehatan pada Selasa, 9 Juni 2026, tidak hanya membahas pembenahan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), tetapi juga menjadi momentum memperkenalkan jajaran pimpinan baru BGN yang akan mendampinginya dalam menjalankan tugas.
Dalam pertemuan tersebut, Nanik memperkenalkan dua wakilnya, yakni Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono. Ia mengaku optimistis menghadapi tantangan besar di BGN karena didukung sosok yang memiliki pengalaman kuat di bidang masing-masing.
"Saya merasa senang karena didampingi seorang auditor keuangan yang berpengalaman 36 tahun, dan seorang jenderal yang akan mengawal saya," kata Nanik.
Lebih jauh, Nanik menegaskan bahwa pola kepemimpinan di BGN saat ini akan dijalankan secara kolektif dan kolegial. Menurutnya, seluruh keputusan strategis tidak akan diambil secara sepihak, melainkan melalui pembahasan bersama dengan kedua wakil kepala BGN.
"Saya hanya sebagai `ketua kelas` saja. Semua akan kami putuskan bersama," kata Ketua Pelaksana Harian Tim Koordinasi 17 Kementerian untuk Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis itu.
Pernyataan tersebut mendapat sambutan positif dari Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Ia menilai komposisi pimpinan baru BGN merupakan perpaduan yang kuat antara pengalaman birokrasi, pengelolaan keuangan, dan kepemimpinan lapangan.
"Bu Nanik sangat beruntung didampingi seorang auditor keuangan kawakan seperti Ibu Arum ini," ujar Menkes.
Selain membahas struktur kepemimpinan, pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh semangat kolaborasi. Nanik juga menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Kementerian Kesehatan kepada BGN dalam menjalankan berbagai program peningkatan gizi nasional.
"Ke depan, Insyaa Allah, kerja sama ini akan terus berlanjut dan semakin erat, dalam upaya mempersiapkan generasi emas Indonesia tahun 2045," ujarnya.
Sinergi antara BGN dan Kementerian Kesehatan dinilai menjadi salah satu kunci keberhasilan program-program gizi nasional yang saat ini menjadi prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. [DR]