IDNVoice.com - Kepulangan jemaah haji kelompok terbang (kloter) SUB-56 di Asrama Haji Kelas I Surabaya, Jawa Timur, Selasa (16 Juni 2026), mencatatkan tonggak baru dalam pelayanan perhajian. Sebanyak 375 jemaah yang berasal dari Kota Surabaya, Kota Malang, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik, dan Kabupaten Lumajang menjadi rombongan pertama yang merasakan layanan pemeriksaan keimigrasian terintegrasi berbasis biometrik tanpa antrean panjang.
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Mochamad Irfan Yusuf, hadir langsung menyambut kedatangan para jemaah. Ia mengapresiasi kedisiplinan seluruh anggota rombongan yang berhasil kembali ke Tanah Air dalam kondisi lengkap dan utuh setelah menunaikan ibadah haji di Arab Saudi.
"Kami mengapresiasi setinggi-tingginya kedisiplinan para jemaah yang pulang dengan rombongan yang utuh. Terima kasih dan apresiasi yang besar juga kami sampaikan kepada seluruh petugas haji yang telah bekerja keras dan bersinergi tanpa lelah dalam memberikan layanan terbaik bagi para jemaah," ujar Menhaj di Asrama Haji Surabaya pada Selasa, 16 Juni 2026.
Menurut Irfan Yusuf, kepulangan jemaah tahun ini menghadirkan terobosan baru melalui implementasi Immigration Seamless Process Corridor Gate yang diinisiasi Direktorat Jenderal Imigrasi. Sistem tersebut memungkinkan proses pemeriksaan keimigrasian dilakukan secara otomatis sehingga jemaah tidak lagi harus mengantre seperti pada mekanisme konvensional.
Teknologi tersebut memanfaatkan identifikasi biometrik, termasuk pemindaian iris mata, yang langsung mencocokkan data penumpang dengan manifes penerbangan resmi. Saat melintasi koridor pemeriksaan, jemaah cukup memegang paspor, sementara sistem secara otomatis merekam dan memverifikasi data keimigrasian tanpa memerlukan cap paspor manual.
Penerapan layanan ini dinilai mampu mempercepat proses kedatangan jemaah sekaligus memberikan kenyamanan yang lebih baik setelah menempuh perjalanan panjang dari Tanah Suci. Debarkasi Surabaya pun menjadi salah satu titik yang mulai mengadopsi sistem pemeriksaan modern berbasis teknologi tersebut.
Menhaj berharap seluruh rangkaian ibadah yang telah dijalani para jemaah tidak hanya menjadi pengalaman spiritual semata, tetapi juga membawa perubahan positif dalam kehidupan sehari-hari.
"Kementerian berharap para jemaah haji pulang menjadi Haji yang Mabrur dan Mabrurah. Hal ini ditandai dengan meningkatnya kualitas ibadah, menguatnya jiwa sosial, serta hadirnya perilaku yang jauh lebih baik di tengah-tengah masyarakat. Transformasi positif inilah yang menjadi esensi dari visi misi Tri Sukses Kementerian Haji dan Umrah," pungkas Menhaj. [DR]