Gempa M 6,7 Guncang Sulteng, BNPB Catat 109 Warga Terdampak dan Puluhan Bangunan Rusak

Selasa, 16 Juni 2026 21:47 WIB
Kerusakan bangunan akibat gempa Sulawesi Tangah M6.7 di Kabupaten Sigi pada Selasa, 16 Juni 2026. (IDNVoice/X-Daryono Perwira Sakti)
Kerusakan bangunan akibat gempa Sulawesi Tangah M6.7 di Kabupaten Sigi pada Selasa, 16 Juni 2026. (IDNVoice/X-Daryono Perwira Sakti)

IDNVoice.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 109 jiwa atau 45 kepala keluarga (KK) terdampak akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,7 yang mengguncang wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Selasa, 16 Juni 2026.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, selain warga terdampak, puluhan orang juga mengalami luka akibat peristiwa tersebut.

"Selain itu sebanyak 24 warga mengalami luka ringan dan delapan warga mengalami luka berat. Seluruh data tersebut masih terus diverifikasi dan diperbarui oleh petugas lapangan," kata Abdul Muhari di Jakarta pada Selasa, 16 Juni 2026.

Berdasarkan parameter Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut berpusat di darat dengan koordinat 1,03 derajat Lintang Selatan (LS) dan 120,24 derajat Bujur Timur (BT), pada kedalaman 10 kilometer.

Pusat gempa berada sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, 54 kilometer timur laut Kabupaten Sigi, 70 kilometer barat laut Kabupaten Poso, serta 81 kilometer tenggara Kabupaten Donggala.

Kabupaten Sigi menjadi wilayah dengan jumlah warga terdampak terbanyak. BNPB mencatat sekitar 69 warga atau 24 KK terdampak di wilayah tersebut. Selain itu, tercatat 21 warga mengalami luka ringan dan delapan warga lainnya mengalami luka berat.

Sementara itu, laporan dari Kabupaten Sigi juga menyebutkan terdapat 40 jiwa terdampak atau 21 KK. Di Kota Palu, sebanyak dua warga mengalami luka ringan, sedangkan dari Kabupaten Poso terdapat satu warga mengalami luka yang masih dalam proses pendataan lebih lanjut.

Gempa tersebut dirasakan di sejumlah wilayah, meliputi Kota Palu, Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi, Kabupaten Parigi Moutong, dan Kabupaten Poso.

Dari hasil pendataan sementara, BNPB mencatat sedikitnya 64 rumah mengalami dampak akibat gempa. Selain itu, kerusakan juga terjadi pada sejumlah fasilitas, mulai dari empat tempat ibadah, empat fasilitas umum, dua jembatan, dua gedung perkantoran, satu tempat usaha, hingga satu ruas jalan provinsi yang amblas dan menghubungkan Palu-Sigi-Poso.

Di Kabupaten Sigi, tercatat lima rumah terdampak, tiga rumah mengalami rusak ringan, serta satu ruas jalan provinsi mengalami kerusakan. Sementara di Kabupaten Parigi Moutong terdapat 15 rumah yang terdampak.

Di Kota Palu, dampak gempa menyebabkan Jembatan III mengalami keretakan, satu tempat usaha terdampak, serta satu bangunan hotel mengalami kerusakan.

BMKG juga mencatat aktivitas gempa susulan masih terjadi setelah gempa utama. Hingga pukul 14.00 WIB, tercatat sebanyak 55 kali gempa susulan terjadi di sekitar lokasi pusat gempa.

BNPB memastikan proses pendataan dan penanganan dampak gempa masih terus dilakukan oleh petugas gabungan di lapangan untuk memperbarui jumlah korban maupun kerusakan. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid