Indonesia Dorong Pariwisata Berkelanjutan dan Tangguh di Forum UN Tourism Executive Council 2026

Sabtu, 13 Juni 2026 17:55 WIB
Sidang ke-126 UN Tourism Executive Council yang berlangsung pada 10–11 Juni 2026 di Toledo, Spanyol. (Kemenpar)
Sidang ke-126 UN Tourism Executive Council yang berlangsung pada 10–11 Juni 2026 di Toledo, Spanyol. (Kemenpar)

IDNVoice.com – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI menegaskan komitmennya dalam mendorong pengembangan sektor pariwisata yang adaptif, tangguh, dan berkelanjutan melalui partisipasi aktif dalam Sidang ke-126 UN Tourism Executive Council yang berlangsung pada 10–11 Juni 2026 di Toledo, Spanyol.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan sektor pariwisata global saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari konflik geopolitik, ketidakpastian ekonomi dunia, krisis lingkungan, hingga perkembangan teknologi yang memengaruhi perilaku wisatawan dan dinamika industri pariwisata.

“Kondisi tersebut mendorong sektor pariwisata untuk terus beradaptasi serta memperkuat orientasinya pada prinsip keberlanjutan dan ketahanan atau resiliensi,” kata Widiyanti dalam keterangan tertulisnya pada Jumat, 12 Juni 2026.

Forum yang dihadiri 35 negara anggota Executive Council, termasuk Indonesia, membahas berbagai isu strategis seperti pengembangan pariwisata berkelanjutan, penguatan ketahanan sektor pariwisata, peningkatan kerja sama internasional, serta optimalisasi kontribusi pariwisata terhadap pembangunan ekonomi dan sosial.

Dalam pembahasan visi manajemen Sekretaris Jenderal UN Tourism periode 2026–2029, Indonesia menyampaikan apresiasi atas capaian UN Tourism sekaligus menyatakan kesiapan mendukung berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi negara-negara anggota, khususnya kawasan Asia Pasifik.

“Dalam Prioritas Ketiga mengenai Pembangunan Kapasitas, kami mendorong UN Tourism Academy untuk secara khusus mengatasi kesenjangan keterampilan digital dan hijau (green skills) di negara-negara berkembang di Asia, dengan memberikan perhatian pada pemuda, perempuan, dan Small Island Developing States (SIDS). Upaya ini sangat penting bagi pengembangan destinasi-destinasi skala kecil di kawasan Asia dan Pasifik,” ujarnya.

Indonesia juga mendukung persiapan International Year of Sustainable and Resilient Tourism (IYSRT) 2027 yang berfokus pada penguatan ketahanan sektor pariwisata, pengembangan sumber daya manusia, dan transformasi digital. Melalui enam Politeknik Pariwisata, Indonesia menyatakan siap berkontribusi dalam berbagai agenda IYSRT 2027.

Dalam pengembangan kawasan perdesaan, Indonesia mendukung program Best Tourism Villages by UN Tourism yang dinilai berhasil menciptakan peluang ekonomi lokal. Hingga kini, lima desa wisata Indonesia telah meraih penghargaan tersebut dan lebih dari 6.200 desa lainnya turut berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan.

Sebagai penandatangan Deklarasi Glasgow, Indonesia juga terus memperkuat aksi iklim melalui Peta Jalan Dekarbonisasi Pariwisata serta mendukung program pengurangan limbah makanan melalui inisiatif Recipe of Change. Di bidang teknologi, Indonesia mengembangkan konsep Pariwisata 5.0 melalui inovasi digital MaiA, asisten perjalanan berbasis kecerdasan buatan (AI) yang diluncurkan pada 2025.

Selain itu, Indonesia mendukung usulan Republik Kolombia mengenai pembentukan Inter-Institutional Working Group on Tourism for Peacebuilding, sebuah inisiatif yang memanfaatkan pariwisata sebagai instrumen pembangunan perdamaian melalui diplomasi, dialog, dan interaksi antar masyarakat.

Pada hari kedua sidang, negara-negara anggota membahas reformasi organisasi, keuangan, keanggotaan, sumber daya manusia, serta tata kelola etika. Pertemuan juga menyepakati pentingnya memperkuat peran kantor regional UN Tourism guna meningkatkan kontribusi masing-masing kawasan terhadap pertumbuhan pariwisata global.

Di sela-sela sidang, Indonesia menerima Plakat Best Tourism Village Award by UN Tourism 2025 untuk Desa Wisata Pemuteran dari Sekretaris Jenderal UN Tourism, Shaikha Alnuwais. Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas keberhasilan Indonesia dalam mengembangkan desa wisata yang berkelanjutan.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana juga melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Pariwisata Bulgaria untuk membahas peluang kerja sama di bidang pendidikan hospitaliti, potensi penandatanganan kerja sama bilateral, serta pertukaran pengalaman dan keahlian di sektor pendidikan pariwisata. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid