Bone Siapkan Empat Kampung Nelayan Merah Putih, Bupati Minta Program Tak Sekadar Bangun Infrastruktur

Jum'at, 04 September 2026 18:28 WIB
Audiensi Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Rumah Jabatan Bupati Bone pada Kamis, 3 September 2026. (IDNVoice/Pemkab Bone)
Audiensi Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Rumah Jabatan Bupati Bone pada Kamis, 3 September 2026. (IDNVoice/Pemkab Bone)

IDNVoice.com - Pemerintah Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, menyiapkan pelaksanaan Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di empat wilayah pesisir. Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman meminta program tersebut tidak berhenti pada pembangunan kawasan dan infrastruktur, tetapi harus memberikan dampak nyata terhadap produktivitas serta kesejahteraan nelayan.

Hal itu disampaikan Andi Asman saat menerima audiensi penanggung jawab KNMP di Rumah Jabatan Bupati Bone, Kamis. Pertemuan tersebut membahas kesiapan dan pelaksanaan program yang dirancang untuk mempercepat pembangunan kawasan pesisir.

Empat lokasi yang menjadi sasaran KNMP yakni Desa Bulu-Bulu, Kecamatan Tonra; Desa Ujung Salangketo, Kecamatan Mare; Desa Carigading, Kecamatan Awangpone; dan Desa Pattirosompe, Kecamatan Sibulue.

Pemkab Bone menaruh perhatian terhadap program tersebut karena KNMP dinilai memiliki potensi memperkuat kawasan pesisir, baik melalui penataan lingkungan dan infrastruktur maupun peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.

Andi Asman menekankan agar pelaksanaan program dilakukan secara terukur dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Ia mengingatkan pembangunan KNMP jangan sampai hanya menjadi kegiatan formalitas.

"Kita berharap Program Kampung Nelayan Merah Putih ini tidak hanya membangun kawasan, tetapi juga mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat nelayan. Karena itu, seluruh pihak harus berkoordinasi dengan baik agar pelaksanaannya tepat sasaran dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," ujar Andi Asman pada Kamis, 3 September 2026.

Kebutuhan Tiap Wilayah Berbeda

Bupati juga meminta tim teknis dan penanggung jawab di lapangan memahami karakteristik setiap wilayah sebelum menentukan bentuk intervensi program.

Menurutnya, kebutuhan masyarakat pesisir di satu daerah belum tentu sama dengan wilayah lainnya. Karena itu, pembangunan harus disesuaikan dengan potensi lokal agar fasilitas yang dihadirkan benar-benar mendukung kegiatan nelayan.

"Setiap daerah memiliki potensi dan kebutuhan yang berbeda. Saya minta program ini disesuaikan dengan kondisi di lapangan, sehingga apa yang dibangun betul-betul mendukung aktivitas nelayan dan mendorong perekonomian masyarakat pesisir," tuturnya menambahi.

Audiensi tersebut turut dihadiri Plt. Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Bone Erik Lesmana Ishak, serta Wakil Sah PPK Abdul Haq selaku Co. TL Cluster 8 yang membawahi wilayah Wajo, Bone, dan Sinjai.

Sejumlah mitra penyedia program juga hadir, di antaranya Prasetio Umardani dari PT KKWI dan Rendy Dwi Prayogo selaku penyedia KNMP untuk wilayah Pattirosompe.

Andi Asman berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, pendamping program, dan pihak penyedia terus diperkuat. Sinergi tersebut dinilai menjadi kunci agar pelaksanaan KNMP di empat lokasi berjalan lancar dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat pesisir Bone. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid