Kotak AHWA Muktamar NU Dijaga Ketat, Isi Rekomendasi Baru Dibuka Saat Pleno

Jum'at, 28 Agustus 2026 14:46 WIB
Panitia Lokal Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama memastikan keamanan dan sterilitas seluruh kotak rekomendasi Ahlul Halli wal `Aqdi (AHWA) terjaga secara maksimal. (IDNVoice/Tambakberas)
Panitia Lokal Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama memastikan keamanan dan sterilitas seluruh kotak rekomendasi Ahlul Halli wal `Aqdi (AHWA) terjaga secara maksimal. (IDNVoice/Tambakberas)

IDNVoice.com - Panitia Lokal Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) memperketat pengamanan kotak rekomendasi Ahlul Halli wal `Aqdi (AHWA). Kotak yang menjadi bagian penting dalam tahapan Muktamar tersebut kini disimpan di lokasi khusus dengan sistem pengamanan maksimal selama 24 jam.

Penyimpanan kotak AHWA dipusatkan di Ndalem K.H. Abdurrozaq Sholeh, kawasan Ribath Al-Muhajirin 1, Kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jumat.

Langkah pemindahan ini dilakukan untuk memastikan keamanan sekaligus menjaga independensi dan transparansi proses AHWA hingga seluruh rekomendasi dibuka secara resmi dalam sidang pleno.

Sistem pengamanan yang diterapkan terbilang ketat. Empat kamera CCTV dipasang di sejumlah titik, yakni di dalam ruangan, bagian depan, sisi timur, dan pintu utara. Seluruh kamera tersebut terhubung secara real-time dengan command center panitia.

Selain ruangan disegel, kunci penyimpanan kotak AHWA juga dipegang langsung oleh Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU, K.H. Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq. Pengamanan diperkuat personel keamanan pesantren yang berjaga selama 24 jam tanpa henti.

Gus Rozaq mengatakan keputusan memindahkan kotak AHWA dari gedung MTs Bahrul Ulum (MTsBU) ke ndalemnya terutama didasarkan pada pertimbangan keamanan.

"Pertama, untuk segi pengamanan. Karena dirasa oleh beberapa pihak tempat yang paling aman dan sangat mungkin untuk diawasi dengan pengamanan dari personel pondok pesantren itu ya ada di tempat ini. Satu, berada di tengah-tengah pondok, ya. Kalau di sana (MTs BU) kan dekat dengan jalan raya. Nah, kalau di sini insya Allah dengan pengamanan dari pesantren selama 24 jam kita akan mampu menjaga amanat ini sampai nanti pada saat pleno," jelas Gus Rozaq pada Jumat, 28 Agustus 2026.

Menurut dia, lokasi baru tersebut dinilai lebih mudah diawasi karena berada di tengah kompleks pesantren dan relatif jauh dari akses jalan raya.

Meski isi rekomendasi AHWA masih dirahasiakan hingga sidang resmi, Gus Rozaq memastikan aspek administrasi tetap dapat diketahui publik.

"Bisa dilihat oleh publik. Tapi kalau isi apa di dalam surat itu, nanti hanya pada saat sidang pleno," tambahnya.

Sidang AHWA Digelar di Ndalem Mbah Wahab

Selain mengamankan kotak rekomendasi, panitia lokal juga telah menyiapkan lokasi khusus untuk persidangan para masyayikh yang masuk dalam forum AHWA.

Sidang AHWA diagendakan berlangsung di Ndalem Mbah Kiai Wahab Hasbullah. Pemilihan lokasi tersebut bukan semata karena faktor tempat, tetapi juga mempertimbangkan suasana historis yang melekat dengan perjuangan salah satu pendiri NU tersebut.

Gus Rozaq menilai suasana ndalem yang teduh dan jauh dari hiruk-pikuk akan mendukung kekhidmatan persidangan para sesepuh NU.

"Sudah sangat cukup. Saya kira kalau AHWA itu kan yang ikut hanya masyayikh-masyayikh, para sesepuh. Jadi suasananya dinamis, adem ayem. Ini kita tempatkan di Ndalem-nya Mbah Wahab agar mengingat masa lalu bagaimana perjuangan Mbah Wahab. Ini akan memberikan energi positif tersendiri bagi peserta sidang AHWA," tuturnya.

Sementara itu, proses pentabulasian nama-nama yang tercantum dalam rekomendasi AHWA tidak akan dilakukan di lokasi penyimpanan. Seluruh proses tersebut akan dikembalikan kepada forum persidangan resmi di Gedung Serba Guna (GSG).

"Ya jelas di tempat sidang pleno. Di sini kita hanya mengamankan saja sampai nanti pada saatnya sidang pleno yang akan digelar di gedung GSG," terang Gus Rozaq.

Dengan demikian, Ndalem Gus Rozaq berfungsi sebagai tempat pengamanan sementara hingga tiba waktu pembukaan kotak dan penghitungan atau tabulasi dalam forum resmi.

Panitia Lokal Siap Hadapi Dinamika Muktamar

Gus Rozaq menegaskan panitia lokal siap mengawal seluruh tahapan Muktamar ke-35 NU, termasuk menghadapi berbagai dinamika yang mungkin muncul selama forum berlangsung.

Panitia lokal, kata dia, akan tetap berpedoman pada agenda dan rundown yang telah ditetapkan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

"Kita akan mengikuti agenda yang dari PBNU. Yang jelas panitia lokal sangat siap apa pun dinamika yang terjadi. Tapi tetap kita berharap jadwal sesuai dengan rondown yang telah disusun dan telah diberikan oleh PBNU dan diterima oleh panitia lokal," tutupnya.

Pengamanan ketat terhadap kotak AHWA menjadi salah satu bagian penting dalam memastikan tahapan Muktamar ke-35 NU berlangsung tertib. Dengan pengawasan berlapis, akses terbatas, serta pembukaan isi rekomendasi hanya dalam sidang pleno, panitia berharap proses tersebut berjalan aman, transparan, dan tetap menjaga marwah forum tertinggi NU. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid