IDNVoice.com - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menghentikan sementara operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, menyusul keluhan gangguan kesehatan yang dialami 237 siswa dan guru setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Penghentian dilakukan sebagai langkah kehati-hatian sembari pemerintah melakukan pemeriksaan dan investigasi untuk mengetahui penyebab kejadian tersebut.
"Demi keamanan, operasional dapur SPPG kita hentikan sementara. Amankan dan periksa seluruh prosesnya, termasuk sampel makanan. Setelah hasil pemeriksaan keluar dan dipastikan tidak ada pelanggaran atau persoalan yang membahayakan, baru operasional dapat dilanjutkan," kata Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah di Padang pada Jumat, 4 September 2026.
Menurut Mahyeldi, penghentian sementara memberikan ruang bagi instansi terkait untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh, sekaligus memastikan keamanan makanan yang disajikan kepada penerima manfaat program MBG.
Pemeriksaan dan investigasi dilakukan oleh instansi terkait, termasuk Dinas Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bersama pihak lainnya.
Berdasarkan informasi dari Puskesmas Palupuh dan Puskesmas Pembantu (Pustu), sebanyak 237 siswa dan guru dilaporkan mengalami sejumlah keluhan setelah menyantap menu MBG.
Keluhan yang dirasakan antara lain mual, sakit perut, dan pusing. Sebagian siswa dan guru sempat mendapatkan penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan.
Namun, berdasarkan informasi terakhir, seluruh siswa dan guru yang sebelumnya menjalani perawatan telah diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing.
Mahyeldi menegaskan kejadian tersebut harus menjadi bahan evaluasi serius bagi seluruh pengelola dapur MBG di Sumbar.
"Ini menjadi evaluasi serius bagi seluruh pengelola dapur MBG. Jangan sampai program yang bertujuan mulia untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak justru menimbulkan persoalan kesehatan. Keamanan dan kualitas makanan harus menjadi prioritas utama," ucapnya.
Ia juga meminta seluruh pengelola dapur SPPG di Sumatera Barat memperketat pengawasan, mulai dari kebersihan, proses pengolahan, hingga distribusi makanan kepada penerima manfaat.
Sementara itu, Kepala SPPG Palupuh Wahyu Saputra mengatakan menu MBG yang dibagikan saat kejadian terdiri atas telur puyuh serta sayuran berupa timun, tomat, dan selada.
Wahyu menyebut tidak ada laporan keluhan kesehatan ketika makanan tersebut dibagikan. Pihak SPPG baru mengetahui adanya keluhan dari siswa pada hari berikutnya.
"Kami juga terkejut dengan kejadian ini. Saat pembagian MBG tidak ada laporan terkait keluhan atau dugaan keracunan. Kami sekarang berkoordinasi dengan pihak terkait dan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan," ujarnya.
Koordinator Wilayah Program MBG Kabupaten Agam Aryo mengatakan pihaknya masih mengumpulkan data dan informasi dari berbagai pihak untuk memastikan kronologi serta penyebab kejadian tersebut.
Koordinasi juga dilakukan dengan Badan Gizi Nasional (BGN) dan Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) terkait.
Pemprov Sumbar hingga kini terus memantau kondisi para siswa dan guru yang terdampak. Hasil pemeriksaan nantinya akan menjadi dasar pemerintah dalam menentukan langkah berikutnya, termasuk keputusan mengenai kelanjutan operasional dapur SPPG Palupuh. [DR]