MBG di Belitung Jangkau 24 Ribu Siswa, Tiga Dapur SPPG Segera Beroperasi

Kamis, 08 Oktober 2026 15:35 WIB
Siswa sekolah dasar di Kabupaten Belitung siap menikmati MBG yang dikirim dari salah dapur SPPG, di Tanjungpandan pada Kamis, 8 Oktober 2026. (IDNVoice/Antara Foto)
Siswa sekolah dasar di Kabupaten Belitung siap menikmati MBG yang dikirim dari salah dapur SPPG, di Tanjungpandan pada Kamis, 8 Oktober 2026. (IDNVoice/Antara Foto)

IDNVoice.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung, terus diperluas. Hingga kini, program prioritas nasional tersebut telah menjangkau sekitar 24.000 siswa mulai jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Koordinator Wilayah (Korwil) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Belitung, Enggit Clara, mengatakan capaian tersebut merupakan bentuk komitmen untuk memastikan pelaksanaan MBG berjalan tepat sasaran.

“Program Makan Bergizi Gratis di Belitung saat ini telah menjangkau sekitar 24.000 siswa mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA,” kata Enggit di Tanjungpandan pada Kamis, 8 Oktober 2026.

Menurutnya, program yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka itu mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan.

“Program MBG ini mendapatkan respon dan sambutan yang sangat positif dari para siswa, guru, dan juga orang tua siswa,” ujarnya.

Untuk menopang pelaksanaan MBG, saat ini terdapat 11 Dapur SPPG yang aktif beroperasi di Kabupaten Belitung.

Salah satu dapur yang memiliki lokasi operasional paling jauh adalah Dapur SPPG Air Buntar di Kecamatan Membalong.

“Dapur SPPG yang beroperasi paling terjauh saat ini adalah Dapur SPPG Air Buntar di Kecamatan Membalong,” kata Enggit.

Upaya memperluas cakupan penerima manfaat juga terus dilakukan. Dalam waktu dekat, tiga dapur SPPG baru akan mulai beroperasi.

“Ketiga dapur tersebut yakni Dapur SPPG Pangkalalang III, Dapur SPPG Air Saga II, dan Dapur SPPG Badau,” ujarnya.

Enggit menegaskan pelaksanaan MBG di Belitung mendapat antusiasme tinggi, bukan hanya dari siswa, tetapi juga para orang tua yang merasakan dampak positif program tersebut terhadap pemenuhan gizi anak.

Ia memastikan rantai pasok dan distribusi makanan tetap berjalan optimal, termasuk untuk wilayah yang memiliki jarak cukup jauh dari pusat daerah.

“Meskipun ada wilayah yang cukup jauh seperti di Dapur SPPG Air Buntar Membalong, sistem logistik dan distribusi tetap kita tata sedemikian rupa agar seluruh anak-anak kita mendapatkan hak gizi yang merata tanpa terkecuali,” katanya.

Menurut Enggit, pihak SPPG akan terus menjalankan mandat program prioritas pemerintah dengan penuh tanggung jawab.

Pengawasan dilakukan di setiap tahapan operasional, mulai dari pemilihan bahan baku segar, proses memasak, pengujian higienitas, hingga pengiriman makanan kepada penerima manfaat.

Langkah tersebut dilakukan untuk meminimalkan kesalahan sekaligus memastikan kualitas makanan tetap terjaga hingga diterima siswa.

Untuk memperkuat aspek keamanan pangan, SPPG Belitung juga telah menerapkan label batas konsumsi pada setiap ompreng makanan MBG.

“Saat ini kami juga sudah menerapkan label batas konsumsi menu MBG yang ditempel di setiap ompreng guna memitigasi risiko keracunan dan hal-hal lainnya karena telah melewati batas konsumsi,” ujar Enggit. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid