IDNVoice.com - Sebanyak 190 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku, disiapkan menjadi penggerak ekonomi desa dengan menghubungkan potensi produksi masyarakat dengan pasar.
Penguatan peran KDKMP tersebut diharapkan tidak hanya berhenti pada pembentukan kelembagaan koperasi, tetapi berkembang menjadi bagian dari rantai usaha desa yang mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Upaya tersebut menjadi salah satu agenda yang dibawa Bupati Maluku Tenggara Muhammad Thaher Hanubun dalam audiensi bersama Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria di Jakarta, 28 September 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara memaparkan kebutuhan pengembangan ekonomi di 190 desa. Sejumlah kebutuhan yang dibahas meliputi penguatan konektivitas, penyediaan gerai, hilirisasi komoditas, hingga peningkatan sumber daya manusia.
Thaher mengatakan, KDKMP dapat menjadi simpul yang mempertemukan potensi produksi masyarakat dengan kebutuhan pasar.
Dengan posisi tersebut, hasil produksi desa diharapkan tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi dapat dikembangkan, diolah, dan dipasarkan melalui jaringan ekonomi yang lebih terarah.
“KDMP di 190 desa ini kita harapkan menjadi node atau penggerak ekonomi desa,” kata Thaher dikutip Kamis, 1 Oktober 2026.
Menurutnya, kebutuhan konektivitas menjadi perhatian penting karena Maluku Tenggara merupakan wilayah kepulauan dengan desa-desa yang tersebar di sejumlah pulau.
Kondisi geografis tersebut membuat akses antarpulau berpengaruh terhadap distribusi hasil produksi, ketersediaan barang, hingga jangkauan pasar bagi pelaku usaha di desa.
Selain konektivitas, Pemkab Maluku Tenggara mengusulkan penguatan gerai KDKMP agar koperasi memiliki ruang yang dapat menunjang aktivitas ekonomi masyarakat.
Gerai tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu jalur pemasaran produk yang dihasilkan masyarakat desa sekaligus memperkuat hubungan antara produksi lokal dan konsumen.
Pengembangan KDKMP juga diarahkan pada hilirisasi sejumlah komoditas unggulan daerah. Hasil perikanan, rumput laut, dan kelapa yang selama ini menjadi potensi ekonomi masyarakat dapat dikembangkan melalui proses pengolahan sehingga menghasilkan nilai tambah sebelum dipasarkan.
Namun, penguatan KDKMP tidak hanya membutuhkan infrastruktur dan akses pasar. Sumber daya manusia juga menjadi bagian penting dalam pengembangan koperasi.
Kapasitas pengurus dan masyarakat desa diperlukan untuk mengelola usaha, produksi, pengolahan, pemasaran, hingga membangun hubungan dengan pasar.
Dengan berbagai penguatan tersebut, 190 KDKMP di Maluku Tenggara diharapkan mampu menjalankan fungsi sebagai penghubung antara desa dan pasar.
Pada akhirnya, koperasi diharapkan dapat membuka ruang lebih luas bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha berdasarkan potensi ekonomi yang dimiliki masing-masing desa. [DR]