IDNVoice.com - Raksasa layanan streaming Netflix resmi mengakuisisi perusahaan rintisan (startup) berbasis kecerdasan buatan (AI) milik aktor Hollywood Ben Affleck, InterPositive, dalam transaksi senilai 587 juta dolar AS atau sekitar Rp10,53 triliun (dengan asumsi kurs Rp17.942 per dolar AS).
Mengutip laporan Variety, Jumat (17 Juli 2026), Netflix mengonfirmasi penyelesaian akuisisi tersebut melalui laporan Formulir 10-Q yang disampaikan kepada Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) Amerika Serikat. Proses akuisisi disebut telah rampung pada Maret 2026.
InterPositive didirikan Ben Affleck pada 2022 dengan misi mengembangkan teknologi berbasis AI yang menempatkan pembuat film sebagai pusat proses kreatif, bukan menggantikannya.
Teknologi yang dikembangkan perusahaan tersebut memungkinkan pemanfaatan AI pada rekaman harian produksi (daily footage) untuk membantu proses pascaproduksi, seperti pencampuran gambar, pencahayaan ulang adegan, hingga penambahan efek visual tanpa memerlukan proses generatif visual secara penuh.
Ben Affleck menilai perkembangan teknologi selalu berjalan berdampingan dengan kreativitas para seniman di industri perfilman.
"Dari penemuan gambar bergerak hingga transisi ke digital, dari penangkapan gerakan hingga produksi virtual, teknologi telah berevolusi seiring dengan para seniman yang menggunakannya," kata Affleck.
Melalui akuisisi tersebut, seluruh tim InterPositive yang terdiri atas 16 insinyur, peneliti, dan tenaga kreatif bergabung dengan Netflix. Sementara itu, Ben Affleck akan menjalankan peran baru sebagai penasihat senior di perusahaan streaming tersebut.
Netflix dan InterPositive juga sepakat bahwa penggabungan kedua perusahaan menjadi langkah strategis untuk mengembangkan teknologi AI secara bertanggung jawab dengan tetap mengedepankan peran kreator.
Salah seorang CEO Netflix, Ted Sarandos, mencontohkan penerapan AI dalam serial dokumenter The American Experiment yang mampu menghasilkan rangkaian gambar dua kali lebih cepat dengan biaya hanya setengah dari metode produksi sebelumnya.
Meski demikian, Sarandos menegaskan Netflix tidak memiliki tujuan untuk menggantikan karya manusia dengan teknologi AI generatif.
Langkah akuisisi ini menjadi bagian dari strategi Netflix memperkuat pemanfaatan kecerdasan buatan dalam proses produksi film dan serial, dengan tetap menempatkan kreativitas para sineas sebagai elemen utama dalam industri hiburan. [DR]