Listyo Sigit dkk Sadap Prabowo, Cak Imin: Kurang Ajar

Jum'at, 06 November 2026 13:33 WIB
Prabowo Subianto dan Cak Imin (IDNVoice/Antara Foto)
Prabowo Subianto dan Cak Imin (IDNVoice/Antara Foto)

IDNVoice.com – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia (Menko PM) sekaligus Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, angkat bicara mengenai kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah tokoh politik. Cak Imin mengecam keras tindakan tersebut. Bahkan, ia mengaku dirinya juga menjadi salah satu target penyadapan.

Cak Imin menyebut aksi penyadapan tersebut sebagai tindakan yang tidak bisa dibenarkan. Ia bahkan menggunakan istilah "kurang ajar" untuk menggambarkan tindakan pihak yang melakukan penyadapan terhadap Presiden Prabowo dan sejumlah tokoh lainnya.

"Ya kita terus terang ya, itu kurang ajar lah yang nyadap itu, itu kurang ajar betul. Lebih kurang ajar lagi, saya termasuk yang disadap, itu sangat kurang ajar, sangat kurang ajar," ungkap Cak Imin kepada wartawan di kantor DPP PKB, Salemba, Jakarta Pusat pada Kamis, 5 November 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Cak Imin juga menyampaikan dukungan dan doa kepada Prabowo agar senantiasa diberikan perlindungan dalam menjalankan tugas sebagai kepala negara. Ia berharap pihak yang melakukan penyadapan dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya dan menerima hukuman setimpal.

"Kepada Pak Prabowo kita doakan semoga bersama kita terus. Amin. Semoga yang menyadap akan mendapatkan hukuman yang setimpal," ujar Cak Imin.

Menariknya, Cak Imin mengungkapkan bahwa dirinya sudah mengetahui dugaan aktivitas penyadapan terhadap dirinya sejak sekitar 30 tahun silam. Namun, menurutnya, saat itu tidak ada kemampuan untuk menangkap pihak yang melakukan penyadapan.

Ia kemudian mengaitkan pengungkapan kasus penyadapan saat ini dengan kepemimpinan Prabowo. Cak Imin berkelakar bahwa di era pemerintahan Prabowo, pihak yang diduga melakukan penyadapan akhirnya bisa ditangkap.

"Saya sebetulnya sudah tahu 30 tahun yang lalu. Tapi kita nggak bisa menangkap aja, nggak punya alat untuk menangkap. Untung Pak Prabowo bisa bantu. Ya Pak Prabowo bisa menangkap penyadap sekaligus menangkap yang nyadap saya," tutur Cak Imin.

Cak Imin bahkan menyebut hal tersebut sebagai salah satu keuntungan berada dalam koalisi pemerintahan Prabowo. Ia menyampaikan pernyataan itu dengan nada berkelakar.

"Enaknya koalisi sama Pak Prabowo ya begitu itu. Barokahnya itu Pak Prabowo di situ. Kita nggak bisa menangkap penyadap," kata dia.

Pernyataan Cak Imin menambah daftar respons sejumlah tokoh politik terhadap terungkapnya dugaan penyadapan ilegal yang menyeret nama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Kasus ini menjadi perhatian setelah dugaan penyadapan disebut menyasar Presiden Prabowo, politikus, organisasi masyarakat, LSM, hingga kalangan pengusaha. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid