Backdrop Acara BGN Viral, Tulisan Semboyan Bhinneka Tunggal Ika pada Garuda Berubah Jadi Karakter Acak

Jum'at, 30 Oktober 2026 13:22 WIB
Backdrop acara Badan Gizi Nasional (BGN) mendadak viral dan menuai kritikan tajam dari netizen setelah lambang Garuda Pancasila yang ditampilkan terlihat cacat pada bagian pita semboyan
Backdrop acara Badan Gizi Nasional (BGN) mendadak viral dan menuai kritikan tajam dari netizen setelah lambang Garuda Pancasila yang ditampilkan terlihat cacat pada bagian pita semboyan "Bhinneka Tunggal Ika", yang justru berisi susunan karakter acak tidak terbaca layaknya teks generatif kecerdasan buatan (AI). (IDNVoice/DR)

IDNVoice.com - Backdrop acara resmi Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi perbincangan di media sosial setelah ditemukan kejanggalan pada tampilan lambang negara Burung Garuda. Pita yang seharusnya memuat semboyan Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika, justru menampilkan deretan karakter acak yang tidak terbaca.

Kejanggalan visual tersebut terlihat pada backdrop acara peluncuran program Transformasi MBG 2.0 yang digelar BGN pada Kamis, 29 Oktober 2026. Foto latar panggung acara itu kemudian menjadi sorotan warganet dan memicu berbagai tanggapan.

Alih-alih menyoroti peluncuran program pembenahan Makan Bergizi Gratis (MBG), perhatian publik justru tertuju pada detail desain lambang Garuda yang terpampang di belakang panggung.

Tulisan pada pita lambang negara yang semestinya memuat semboyan Bhinneka Tunggal Ika terlihat berubah menjadi rangkaian huruf dan karakter tidak beraturan atau gibberish.

Kejanggalan tersebut memunculkan dugaan di kalangan warganet bahwa desain backdrop dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), khususnya aplikasi pembuat gambar (image generator).

Teknologi generatif AI memang dapat menghasilkan desain visual secara cepat. Namun, teks yang muncul dalam gambar terkadang tidak sesuai dengan tulisan yang dimaksud, termasuk menghasilkan karakter yang tidak membentuk kata atau kalimat bermakna.

Dugaan tersebut mengarah pada kemungkinan penggunaan AI dalam proses pembuatan desain tanpa disertai pemeriksaan ulang atau proofreading secara menyeluruh.

Meski demikian, penyebab pasti munculnya tulisan acak pada pita lambang Garuda tersebut belum dapat dipastikan. Belum ada keterangan resmi dari BGN mengenai apakah desain backdrop itu dibuat menggunakan teknologi AI atau melalui proses desain konvensional.

Backdrop yang menjadi sorotan itu merupakan bagian dari acara peluncuran Transformasi MBG 2.0. Program tersebut merupakan inisiatif strategis BGN untuk membenahi tata kelola penyaluran Makan Bergizi Gratis agar lebih transparan, aman, dan tepat sasaran.

Namun, kejanggalan pada elemen visual lambang negara justru memunculkan perhatian tersendiri terhadap proses produksi materi publikasi dan perlengkapan acara resmi pemerintah.

Peristiwa ini juga menjadi pengingat bahwa penggunaan teknologi AI dalam pembuatan materi komunikasi publik tetap membutuhkan pemeriksaan manusia, terutama ketika menyangkut simbol negara dan identitas nasional.

Hingga berita ini ditulis, BGN belum memberikan penjelasan resmi mengenai kejanggalan tulisan pada backdrop tersebut. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid