Pemkab Sumba Timur Perkuat Dukungan Program KDKMP, Sekda Ikuti Monev Pembangunan Gerai se-NTT

Kamis, 05 November 2026 18:46 WIB
Ilustrasi: Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Kelurahan Prailiu, Kecamatan Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. (IDNVoice/Istimewa)
Ilustrasi: Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Kelurahan Prailiu, Kecamatan Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. (IDNVoice/Istimewa)

IDNVoice.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumba Timur memperkuat komitmennya dalam mendukung program strategis nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Salah satu langkah yang dilakukan yakni mengikuti rapat koordinasi monitoring dan evaluasi (Monev) serta validasi pembangunan gerai KDKMP se-Nusa Tenggara Timur (NTT) di Kupang pada 3–5 November 2026.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sumba Timur Umbu Ngadu Ndamu hadir dalam kegiatan tersebut untuk mewakili pemerintah daerah. Ia menegaskan, keikutsertaan Pemkab Sumba Timur merupakan bentuk dukungan terhadap percepatan pembangunan gerai KDKMP sekaligus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi.

"Kehadiran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumba Timur dalam rapat koordinasi Monev dan validasi pembangunan gerai KDKMP tentunya kami dukung," kata Umbu Ndamu pada Kamis, 5 November 2026.

Menurutnya, rapat koordinasi tersebut menjadi wadah penting untuk menyamakan persepsi dan memperkuat kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, serta pemerintah kabupaten/kota. Dengan koordinasi yang baik, pelaksanaan program KDKMP diharapkan berjalan sesuai arah kebijakan, ketentuan, dan target yang telah ditetapkan pemerintah.

Umbu menjelaskan, kegiatan tersebut difokuskan pada monitoring dan evaluasi melalui proses verifikasi serta validasi data pembangunan gerai KDKMP di masing-masing daerah. Langkah ini diperlukan untuk mendapatkan gambaran faktual mengenai perkembangan pembangunan di seluruh wilayah NTT.

"Jadi langkah ini diperlukan untuk memperoleh gambaran faktual mengenai progress pelaksanaan pembangunan di masing-masing daerah," ujar Umbu Ndamu.

Ia menambahkan, proses verifikasi dan validasi juga penting untuk mengidentifikasi berbagai perkembangan di lapangan, termasuk kendala maupun tantangan yang dihadapi pemerintah daerah dalam pembangunan gerai koperasi.

Dengan teridentifikasinya persoalan tersebut secara akurat, pemerintah diharapkan dapat merumuskan langkah strategis dan solusi yang tepat untuk mempercepat realisasi pembangunan gerai KDKMP.

Lebih jauh, Umbu berharap program KDKMP tidak sekadar menjadi wadah pengembangan kelembagaan koperasi. Program tersebut juga diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru, memperluas aktivitas usaha masyarakat, serta meningkatkan kesejahteraan melalui penguatan kemandirian ekonomi berbasis desa dan kelurahan.

"Forum koordinasi dan evaluasi ini diharapkan terbangun kesamaan langkah serta komitmen bersama dalam mempercepat realisasi pembangunan gerai KDKMP," harapnya. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid