IDNVoice.com - Sebanyak 442 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Garut, Jawa Barat, telah terbentuk, tetapi belum memasuki tahap operasional. Pemerintah masih berfokus membangun gerai dan gudang sebagai fasilitas pendukung kegiatan usaha koperasi tersebut.
Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi dan UKM Garut, Nina, mengatakan pembangunan gerai dan gudang dilakukan sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 17 Tahun 2025. Pembangunan fasilitas tersebut didanai PT Agrinas dan dikerjasamakan dengan TNI AD.
"Sesuai inpres 17 tahun 2025 tentang pembangunan gerai dan gudang, fasilitas untuk mendukung koperasi merah putih tersebut sudah menjadi kebutuhan dasar," katanya di Garut pada Sabtu, 24 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, anggaran pembangunan gerai dan gudang yang dirancang menyerupai minimarket di setiap desa atau kelurahan tersebut dialokasikan sebesar Rp3 miliar, termasuk kendaraan operasional.
"Selain dari pemerintah pusat juga nantinya akan ada campur tangan anggaran dana desa, sesuai aturan kementrian koperasi no 21 tahun 2021," katanya.
Menurut Nina, KDKMP nantinya dapat menjalankan beragam jenis usaha, mulai dari simpan pinjam, penjualan sembako, apotek, hingga klinik. Jenis usaha yang dikembangkan akan disesuaikan dengan potensi masing-masing desa dan kelurahan.
Meski demikian, kesiapan sumber daya manusia (SDM) masih menjadi tantangan dalam pelaksanaan program tersebut. Nina mengakui, sebagian pengelola koperasi yang telah terbentuk masih belum memahami sepenuhnya konsep dan mekanisme pengelolaan KDKMP.
"Diakui meski sudah terbentuk untuk sumber daya manusianya namun dinilai masih banyak yang belum siap, artinya masih banyak yang belum paham soal KDKMP tersebut," tuturnya.
Di tengah proses pembangunan fasilitas, sejumlah koperasi di Garut telah mulai menjalankan kegiatan usaha meskipun belum memiliki gerai dan gudang. Salah satunya KDKMP di Kelurahan Sukagalih, Kecamatan Tarogong, yang dinilai berhasil dalam pengelolaannya.
"Kopdes di Sukagalih yang dinilai sudah berhasil dalam pengelolaannya tersebut, bahkan menjadi percontohan bagi daerah lainnya tidak hanya di Garut tetapi dari luar daerah Garut juga," ujarnya.
Keberhasilan KDKMP Sukagalih diharapkan dapat menjadi contoh bagi koperasi lainnya dalam mengembangkan usaha dan meningkatkan kesiapan pengelolaan. Dengan demikian, pembentukan koperasi tidak hanya berhenti pada aspek kelembagaan, tetapi juga mampu mendorong aktivitas ekonomi masyarakat desa dan kelurahan. [DR]