IDNVoice.com – Proses verifikasi kelayakan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menemukan sejumlah bangunan yang belum sepenuhnya siap digunakan. Hasil inspeksi tahap pertama terhadap 88 gerai menunjukkan masih adanya pekerjaan fisik dan kelengkapan operasional yang perlu dibenahi sebelum koperasi dapat beroperasi.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (DKUKM) Kabupaten Sukabumi, Sri Hastuty Harahap, membenarkan adanya sejumlah kendala berdasarkan hasil pemeriksaan tim gabungan. Ia menyebut sebagian besar gerai masuk kategori layak, tetapi masih disertai catatan evaluasi.
"Rata-rata temuan tim kami di lapangan masuk ke dalam kategori layak dengan catatan," ungkap Sri Hastuty saat memberikan keterangannya pada Jumat, 23 Oktober 2026.
Menurut Sri, catatan tersebut umumnya berkaitan dengan pekerjaan fisik bangunan yang belum tuntas. Selain itu, sejumlah kebutuhan dasar untuk menunjang operasional gerai juga belum terpenuhi secara maksimal.
"Ada catatan evaluasi, baik menyangkut fisik gedung maupun kelengkapan peralatan yang masih belum komplet," jelas dia.
Pemeriksaan dilakukan oleh tim bentukan Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi sejak pertengahan Oktober. Verifikasi tidak hanya berfokus pada kondisi bangunan, tetapi juga mencakup pemeriksaan dokumen dan fasilitas penunjang koperasi.
"Tim yang turun bertugas menilai keabsahan dokumen lahan, ketahanan fisik, hingga unit kendaraan operasional," tegas Sri.
Secara keseluruhan, pembangunan KDKMP yang melibatkan PT Agrinas Pangan Nusantara dan jajaran TNI tersebut menargetkan 269 gerai di Kabupaten Sukabumi. Berdasarkan laporan terakhir, sebanyak 251 unit telah rampung secara konstruksi.
Meski pemerintah pusat mendorong agar gerai-gerai tersebut segera diresmikan, Pemerintah Kabupaten Sukabumi memilih mengutamakan hasil pemeriksaan faktual sebelum memberikan persetujuan kelayakan operasional. Langkah ini dilakukan agar koperasi yang diresmikan benar-benar siap menjalankan aktivitasnya.
"Pusat memang ingin menyegerakan, tapi kami harus menyesuaikan dengan kondisi dan fakta kelayakan riil di lapangan," kata dia. [DR]