60 Bendahara KDKMP di Pati Ikuti Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi

Selasa, 03 November 2026 13:13 WIB
Pelaksana tugas Bupati Pati Risma Ardhi Chandra saat menghadiri pelatihan dan sertifikasi kompetensi di Hotel Safin Pati, Jawa Tengah pada Senin, 2 November 2026. (IDNVoice/Pemkab Pati)
Pelaksana tugas Bupati Pati Risma Ardhi Chandra saat menghadiri pelatihan dan sertifikasi kompetensi di Hotel Safin Pati, Jawa Tengah pada Senin, 2 November 2026. (IDNVoice/Pemkab Pati)

IDNVoice.com – Sebanyak 60 bendahara Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mengikuti pelatihan dan sertifikasi kompetensi untuk meningkatkan profesionalisme pengelolaan keuangan koperasi.

Kegiatan yang berlangsung pada 2-5 November 2026 di Hotel Safin Pati tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat tata kelola sekaligus mendorong keberlanjutan program KDKMP.

Pejabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Pati sekaligus Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pati, Siti Subiati, mengatakan kegiatan tersebut dibiayai melalui dana dekonsentrasi Kementerian Koperasi Tahun 2026, bukan dari APBD Kabupaten Pati.

"Kegiatan ini dibiayai melalui dana dekonsentrasi Kementerian Koperasi Tahun 2026, bukan dari APBD Kabupaten Pati. Hal ini menjadi salah satu bentuk keseriusan pemerintah pusat dalam mendorong keberlanjutan Koperasi Merah Putih," kata Siti Subiati saat membuka kegiatan pelatihan dan sertifikasi kompetensi pada Senin, 2 November 2026.

Dia melaporkan, dari 192 gedung KDKMP yang telah selesai dibangun di Kabupaten Pati pada 2026, sebanyak 111 titik telah menjalani verifikasi dan validasi lapangan bersama Kementerian Koperasi, Dinas Koperasi UKM Provinsi Jawa Tengah, serta lembaga terkait.

Lokasi tersebut diharapkan menjadi tahap pertama yang siap beroperasi dengan dukungan manajer penugasan dari Agrinas Pangan Nusantara.

Siti berharap pelatihan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman peserta mengenai administrasi keuangan, tetapi juga membangun kemampuan menerapkan tata kelola koperasi yang transparan dan akuntabel.

"Melalui pelatihan ini, kami berharap para bendahara tidak hanya memahami administrasi keuangan, tetapi juga mampu menerapkan tata kelola koperasi yang transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan," ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, 60 peserta dibagi menjadi dua kelas yang masing-masing beranggotakan 30 orang.

Selama tiga hari, peserta mendapatkan pendampingan atau coaching dari narasumber LDP Cendekia serta materi perpajakan dari KPP Pratama Pati. Pada hari keempat, peserta dijadwalkan mengikuti uji kompetensi dengan nilai ambang batas kelulusan atau passing grade yang telah ditentukan.

Melalui tahapan tersebut, peserta diharapkan mampu membuktikan penguasaan materi sekaligus memenuhi standar kompetensi sebagai bendahara koperasi.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menegaskan bahwa pengelolaan keuangan yang terstruktur merupakan salah satu kunci keberhasilan KDKMP.

"Kami minta para bendahara memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan integritas agar koperasi dapat dikelola secara profesional. KDKMP tidak akan berjalan dengan baik apabila keuangannya tidak terstruktur dengan baik. Karena itu, bendahara harus benar-benar memahami tugas dan tanggung jawabnya," ujarnya.

Chandra juga menjelaskan bahwa program prioritas Presiden Prabowo Subianto, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), KDKMP, dan Kampung Nelayan, memiliki efek berantai terhadap perekonomian masyarakat.

Berbagai program tersebut diharapkan mampu memperkuat desa sebagai basis pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, Chandra meminta para peserta memperdalam pemahaman mengenai ketentuan perpajakan, khususnya dalam mengidentifikasi transaksi barang dan jasa yang dikenai maupun tidak dikenai pajak.

Dia menekankan bahwa pelatihan tersebut bukan sekadar agenda formalitas. Seluruh peserta diminta memanfaatkan rangkaian coaching untuk meningkatkan kompetensi dan mempersiapkan diri menghadapi uji kompetensi pada akhir kegiatan. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid