Jokowi Ungkap Lokasi Cetak Skripsi di Sidang Ijazah, Singgung Kontroversi Font Times New Roman

Kamis, 05 November 2026 13:32 WIB
Joko Widodo saat dihadirkan sebagai saksi di sidang kasus ijazah Jokowi dengan terdakwa Roy Suryo. (IDNVoice Antara Foto)
Joko Widodo saat dihadirkan sebagai saksi di sidang kasus ijazah Jokowi dengan terdakwa Roy Suryo. (IDNVoice Antara Foto)

IDNVoice.com – Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan tempat pencetakan skripsinya saat memberikan kesaksian dalam sidang perkara dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terkait tudingan ijazah palsu di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) pada Kamis, 5 November 2026.

Dalam persidangan tersebut, Jokowi menyebut skripsinya dicetak di Percetakan Perdana setelah melalui sejumlah revisi. Ia menjelaskan, proses pencetakan dilakukan secara terpisah antara bagian sampul, lembar pengesahan, dan halaman isi.

"Kemudian setelah sedikit revisi, skripsi itu saya cetak di Percetakan Perdana, dengan cover dan lembar pengesahan oleh Percetakan Perdana. Kemudian halaman yang lainnya saya lakukan dengan ketik manual," kata Jokowi dalam sidang itu.

Meski menyebut nama percetakan tersebut, Jokowi tidak menjelaskan secara terperinci lokasi toko Percetakan Perdana yang dimaksud.

Jokowi kemudian menyinggung kontroversi penggunaan jenis huruf atau font Times New Roman pada skripsinya. Persoalan tersebut sebelumnya dipertanyakan oleh kubu terdakwa Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma.

Jokowi menegaskan, penggunaan Times New Roman pada sampul skripsinya bukan sesuatu yang hanya terjadi pada dokumen miliknya. Menurut dia, ribuan skripsi yang dicetak di Percetakan Perdana juga menggunakan tampilan serupa.

"Kalau dikatakan bahwa cover-nya pakai Times New Roman yang itu belum ada di tahun 1985, nyatanya ribuan skripsi yang dicetak di Percetakan Perdana itu semuanya juga seperti itu dan bisa. Bukan hanya skripsi saya saja, Yang Mulia. Itu saja tambahan, terima kasih," ujar Jokowi.

Sebelum Jokowi memberikan keterangan mengenai skripsinya, suasana persidangan sempat diwarnai perdebatan antara jaksa penuntut umum (JPU) dan tim kuasa hukum Roy Suryo serta Tifauzia Tyassuma.

Saat sidang dimulai, Ketua Majelis Hakim Christina Endarwati awalnya hendak memeriksa identitas saksi Jokowi. Namun, situasi ruang sidang sempat memanas akibat perdebatan kedua pihak.

Setelah suasana kembali kondusif, Christina melanjutkan pemeriksaan identitas Jokowi sekaligus menanyakan kondisi kesehatannya.

"Kalau ini di KTP tertulis sebagai Presiden ke-7 RI?" tanya Christina.

"Betul," jawab Jokowi.

"Apa saudara bersedia untuk disumpah?" tanya Christina lagi.

"Bersedia," jawab Jokowi.

Jokowi memastikan dirinya dalam kondisi sehat dan siap mengikuti seluruh rangkaian persidangan. Ia kemudian mengucapkan sumpah menurut agama Islam sebelum memberikan kesaksian.

Ketua majelis hakim juga mengingatkan Jokowi agar menjawab setiap pertanyaan dengan jelas dan tegas sehingga dapat didengar seluruh pihak yang hadir di ruang sidang.

"Kalau ada pertanyaan nanti dijawab dengan tegas," ujar Christina. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid