Jokowi Beberkan Riwayat Kuliah di UGM, Ungkap Mata Kuliah yang Banyak Diambil

Kamis, 05 November 2026 12:21 WIB
Presiden ke-7 RI Joko Widodo bersiap untuk menjadi saksi sidang lanjutan dugaan pencemaran nama baiknya terkait tudingan ijazah palsu dengan terdakwa Roy Suryo. (IDNVoice/Antara Foto)
Presiden ke-7 RI Joko Widodo bersiap untuk menjadi saksi sidang lanjutan dugaan pencemaran nama baiknya terkait tudingan ijazah palsu dengan terdakwa Roy Suryo. (IDNVoice/Antara Foto)

IDNVoice.com – Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) membeberkan riwayat pendidikannya mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi saat memberikan kesaksian dalam sidang perkara dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terkait tudingan ijazah palsu di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur pada Kamis, 5 Oktober 2026.

Di hadapan majelis hakim, Jokowi menjelaskan perjalanan pendidikannya yang dimulai dari SDN 111 Surakarta. Setelah itu, ia melanjutkan sekolah ke SMPN 1 Surakarta dan SMAN 6 Surakarta sebelum akhirnya diterima di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM).

"Kemudian melanjutkan S1 di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada, Yang Mulia," kata Jokowi saat menjawab pertanyaan jaksa.

Dalam persidangan tersebut, jaksa tidak hanya menggali riwayat pendidikan Jokowi, tetapi juga menanyakan sistem perkuliahan yang dijalaninya selama menjadi mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM. Salah satu pertanyaan yang diajukan berkaitan dengan keberadaan mata kuliah pilihan dan penjurusan khusus.

Jokowi menjelaskan, pada masa dirinya kuliah, Fakultas Kehutanan UGM belum menerapkan sistem penjurusan khusus. Namun, mahasiswa diberikan kebebasan untuk memilih sejumlah mata kuliah sesuai dengan bidang yang diminati.

"Kami para mahasiswa itu diberikan pilihan untuk mengambil mata kuliah pilihan," ujar Jokowi.

Menurut Jokowi, pilihan mata kuliah tersebut kemudian membuat mahasiswa dikenal atau diasosiasikan dengan bidang keilmuan tertentu. Di antaranya teknologi kayu atau teknologi hasil hutan, silvikultur, ekonomi kehutanan, hingga konservasi hutan.

"Nah, di situlah kami ada yang menyebut, oh kamu di jurusan teknologi kayu atau teknologi hasil hutan. Kamu ada di jurusan silvikultur, kamu ada di jurusan ekonomi kehutanan. Oh kamu ada di jurusan konservasi hutan. Hanya seperti itu," sambungnya.

Jokowi kemudian mengungkapkan bahwa dirinya lebih banyak memilih mata kuliah yang berkaitan dengan teknologi hasil hutan atau teknologi kayu. Hal itu pula yang membuat teman-teman kuliahnya mengidentikkan dirinya dengan bidang tersebut.

"Karena saya banyak mengambil mata kuliah pilihan di bidang teknologi hasil hutan atau teknologi kayu," ujarnya.

Sejumlah mata kuliah yang diambil Jokowi antara lain struktur dan sifat kayu, pengeringan kayu, pengawetan kayu, pulp dan kertas, industri kayu lapis, serta penggergajian.

Ia menegaskan, pilihan mata kuliah tersebut menjadi dasar bagi teman-teman semasa kuliahnya untuk menyebut dirinya berada di bidang teknologi kayu atau teknologi hasil hutan.

"Teman-teman saya menyampaikan bahwa saya berada di wilayah jurusan teknologi kayu atau teknologi hasil hutan, Yang Mulia," kata Jokowi.

Kesaksian tersebut menjadi bagian dari pemeriksaan Jokowi dalam persidangan perkara dugaan fitnah dan pencemaran nama baik yang berkaitan dengan tudingan ijazah palsu. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid