Gerindra Siapkan Konsolidasi Politik Usai Dugaan Penyadapan terhadap Prabowo

Rabu, 04 November 2026 17:29 WIB
Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Sugiono. (IDNVoice/Gerindra)
Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Sugiono. (IDNVoice/Gerindra)

IDNVoice.com – Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Sugiono, menyatakan partainya akan melakukan konsolidasi internal maupun dengan partai politik lain menyikapi kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto yang diduga dilakukan mantan Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Sugiono menilai persoalan tersebut bukan perkara biasa. Pasalnya, penyadapan diduga menyasar Presiden Prabowo yang juga merupakan Ketua Umum Partai Gerindra.

"Iya tentu saja. Saya juga akan melakukan konsolidasi sesama rekan-rekan. Bahwa ini adalah kepala negara, Presiden yang berasal dari partai kami," kata Sugiono di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu, 4 November 2026.

Ia mengatakan konsolidasi dengan partai politik lain juga akan dilakukan pada waktunya untuk menyikapi persoalan tersebut.

"Saya kira pada waktunya itu akan dilakukan (dengan partai politik lain)," sambungnya.

Menurut Sugiono, dugaan penyadapan terhadap Prabowo oleh institusi yang berada di bawah kendali Presiden merupakan bentuk insubordinasi atau pembangkangan terhadap pimpinan pemerintahan.

"Penyadapan dilakukan kepada kepala pemerintahan, kepada Presiden dalam hal ini oleh institusi yang berada di bawah beliau, ya. Kalau saya sih berpendapat bahwa ini merupakan satu bentuk insubordinasi ya. Insubordinasi, kemudian bisa jadi kemudian juga ditemukan motif-motif yang mengarah ke makar kepada Presiden," jelasnya.

Sugiono menuturkan, pihak Istana tengah mengevaluasi dan mendalami sistem keamanan siber Presiden Prabowo.

Ia menilai dugaan penyadapan tersebut menjadi perhatian serius karena kemungkinan adanya celah keamanan justru berasal dari lingkungan internal pemerintahan.

"Itu juga yang sedang kita dalami. Dan itu tadi, kalau disebut kebobolan, ya ini dari dalam sendiri, kan? Dari dalam pemerintahan sendiri, makanya itu yang saya bilang, ini bisa saja diterjemahkan sebagai suatu insubordinasi yang mengarah," tutur Sugiono.

Terkait pihak yang diduga menjadi dalang penyadapan terhadap Prabowo, Sugiono mengaku masih menunggu perkembangan proses hukum yang ditangani kepolisian.

Saat ditanya mengenai kemungkinan adanya motif politik di balik dugaan penyadapan tersebut, ia mengaku masih mempertanyakan alasan dan tujuan tindakan itu dilakukan terhadap Presiden.

"Kalau berbicara soal intensi ya, niat, apa pun yang dilakukan, kita sama-sama tahu bahwa penyadapan itu dilakukan lewat berbagai, lewat serangkaian proses yang membutuhkan keputusan pengadilan berdasarkan undang-undang kita. Dan sepanjang pengetahuan saya, penyadapan itu juga bukan sesuatu yang dapat dengan serta-merta dilakukan. Oleh karena itu, perlu juga dipertanyakan intensinya apa, kenapa Presiden sendiri yang disadap, ya," kata dia.

Sugiono menegaskan, proses hukum perlu menjadi perhatian untuk mengungkap motif di balik dugaan penyadapan tersebut, termasuk kemungkinan adanya kepentingan tertentu yang melatarbelakanginya. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid