Heboh Isu Penangkapan Jenderal Polri, Kemenko Kumham Imipas Gelar Konferensi Pers

Selasa, 03 November 2026 20:05 WIB
Kadiv Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir, saat memberi keterangan di Mabes Polri, Jakarta. (IDNVoice/Mabes Polri)
Kadiv Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir, saat memberi keterangan di Mabes Polri, Jakarta. (IDNVoice/Mabes Polri)

IDNVoice.com – Kabar penangkapan sejumlah perwira tinggi (pati) Polri aktif yang dikaitkan dengan dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto menjadi perhatian publik. Merespons isu tersebut, Kementerian Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Kemenko Kumham Imipas) menggelar konferensi pers pada Selasa, 3 November 2026.

Konferensi pers tersebut secara khusus mengangkat isu penangkapan sejumlah perwira tinggi Polri yang dikaitkan dengan dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo.

"Press Conference Menko Kumham Imipas atas Penangkapan Sejumlah Perwira Tinggi Polri terkait Isu Penyadapan Presiden Prabowo," bunyi keterangan resmi Kemenko Kumham Imipas.

Di sisi lain, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir juga menyampaikan bahwa pihaknya akan menggelar konferensi pers pada Selasa sore hingga menjelang malam untuk memberikan penjelasan mengenai kabar yang beredar.

"Saya paham rekan-rekan lagi kasak-kusuk membicarakan sesuatu. Nanti ada waktunya yang itu, yang lagi ada di ini ya. Nanti ada saatnya," tutur Johnny di Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) pada Selasa, 3 November 2026.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang beredar, sejumlah jenderal polisi aktif tersebut disebut-sebut ditangkap personel Brimob dan kini ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Mereka diduga memiliki keterkaitan dengan kasus penyadapan terhadap sejumlah petinggi negara, termasuk Presiden Prabowo Subianto.

Meski demikian, informasi mengenai identitas, jumlah perwira yang ditangkap, serta dugaan keterlibatan mereka masih memerlukan konfirmasi resmi dari pihak berwenang. Konferensi pers yang dijadwalkan tersebut diharapkan dapat memberikan kejelasan sekaligus menjawab berbagai spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid