Raja Juli Antoni Hingga Maruarar Sirait, Ini Kinerja Menteri Nol Koma Persen dalam Survei IPO

Minggu, 25 Oktober 2026 09:33 WIB
Enam menteri dengan kinerja terburuk versi IPO. (IDNVoice/DR)
Enam menteri dengan kinerja terburuk versi IPO. (IDNVoice/DR)

IDNVoice.com - Enam menteri Kabinet Merah Putih mendapatkan nilai nol koma dalam survei kinerja menteri Kabinet Merah Putih yang dirilis Indonesia Political Opinion (IPO). Menteri-menteri itu di antaranya, Raja Juli Antoni (Menteri Kehutanan), Suahasil Nazara (Menteri Keuangan), Dody Hanggodo (Menteri Pekerjaan Umum), Ferry Joko Juliantono (Menteri Koperasi), Natalius Pigai (Menteri HAM) dan Maruarar Sirait (Menteri PKP) 

Keenam menteri tersebut masuk dalam jajaran menteri dengan perolehan suara terendah berdasarkan penilaian responden mengenai menteri yang bekerja paling baik.

Survei IPO dilaksanakan pada 12–20 Oktober 2026 dengan melibatkan 1.200 responden dari seluruh provinsi di Indonesia. Penelitian menggunakan metode multistage random sampling, dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sekitar 2,9 persen.

Dalam survei tersebut, responden ditanya, "Menurut Bapak, Ibu, nama-nama Menteri manakah di bawah ini yang bekerja paling baik?" Berdasarkan hasil survei, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menempati posisi teratas dengan perolehan 33 persen.

Di bawah Amran, Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono memperoleh 25,2 persen, disusul Menko Pangan Zulkifli Hasan sebesar 24,5 persen. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meraih 21,8 persen, sedangkan Menteri Kebudayaan Fadli Zon memperoleh 20,5 persen.

Sejumlah menteri lainnya memperoleh penilaian di bawah 5 persen, antara lain Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana sebesar 4,6 persen, Menteri Haji dan Umrah M. Irfan Yusuf 4,3 persen, serta Menko Kumham dan Imipas Yusril Ihza Mahendra 2,8 persen.

Sementara itu, Menteri Investasi Rosan P. Roeslani mendapatkan 1,2 persen. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, dan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto masing-masing memperoleh 1 persen.

Di bawah Raja Juli Antoni dan Suahasil Nazara, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Menteri Koperasi Ferry Joko Juliantono, Menteri HAM Natalius Pigai, serta Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait masing-masing memperoleh 0,5 persen.

Berikut daftar hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) mengenai kinerja menteri Kabinet Merah Putih:

  1. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman: 33,0%
  2. Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono: 25,2%
  3. Menko Pangan Zulkifli Hasan: 24,5%
  4. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia: 21,8%
  5. Menteri Kebudayaan Fadli Zon: 20,5%
  6. Menko PMK Sugiono: 16,1%
  7. Menpora Erick Tohir: 13,8%
  8. Mendagri M. Tito Karnavian: 12,0%
  9. Menteri Agama Nasaruddin Umar: 10,3%
  10. Menteri Komdigi Meutya Hafidz: 5,9%
  11. Menpar Widianti Putri Wardhana: 4,6%
  12. Menteri Haji & Umrah M. Irfan Yusuf: 4,3%
  13. Menko Kumham & Imipas Yusril Ihza Mahendra: 2,8%
  14. Menko Ekonomi Airlangga Hartarto: 2,5%
  15. Menko Polkam Dudung Abdurachman: 2,1%
  16. Mendikdasmen Abdul Mu`ti: 2,1%
  17. Menteri Desa Yandri Susanto: 1,5%
  18. Menteri UMKM Maman Abdurrahman: 1,3%
  19. Menteri Sosial Saifullah Yusuf: 1,5%
  20. Menhan Sjafrie Sjamsoeddin: 1,3%
  21. Menkes Budi Gunadi Sadikin: 1,3%
  22. Menteri Investasi Rosan P Roeslani: 1,2%
  23. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi: 1,0%
  24. Menteri Hukum Supratman Andi Agtas: 1,0%
  25. Menteri Imipas Agus Andrianto: 1,0%
  26. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni: 0,9%
  27. Menteri Keuangan Suahasil Nazara: 0,9%
  28. Menteri PU Dody Hanggodo: 0,5%
  29. Menteri Koperasi Ferry Joko Juliantono: 0,5%
  30. Menteri HAM Natalius Pigai: 0,5%
  31. Menteri PKP Maruarar Sirait: 0,5%

Hasil survei ini menunjukkan persebaran penilaian responden terhadap menteri yang dianggap bekerja paling baik. Namun, angka tersebut tidak dengan sendirinya menggambarkan seluruh aspek kinerja kementerian yang dipimpin masing-masing menteri. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid