Hadiri Pengungkapan Ketamine 1 Ton, Kapolri Mengaku Bahagia Rangkap Jabatan Kepala BNN

Jum'at, 23 Oktober 2026 13:09 WIB
Kapolri sekaligus Kepala BNN, Jenderal Suyudi Ario Seto, dalam konferensi pers pengungkapan kasus penyelundupan sekitar 1 ton narkotika jenis ketamine di Perairan Belawan, Sumatera Utara (Sumut) pada Jumat, 23 Oktober 2026. (IDNVoice/DK-Istimewa)
Kapolri sekaligus Kepala BNN, Jenderal Suyudi Ario Seto, dalam konferensi pers pengungkapan kasus penyelundupan sekitar 1 ton narkotika jenis ketamine di Perairan Belawan, Sumatera Utara (Sumut) pada Jumat, 23 Oktober 2026. (IDNVoice/DK-Istimewa)

IDNVoice.com - Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menghadiri pengungkapan kasus kapal yang diduga membawa satu ton narkoba jenis ketamine di Perairan Belawan, Sumatera Utara (Sumut), Jumat. Dalam kesempatan tersebut, Suyudi menyoroti tingginya kasus tindak pidana narkoba di Sumut sekaligus meminta jajarannya terus memperkuat upaya pemberantasan peredaran barang terlarang tersebut.

Kegiatan pengungkapan kasus itu turut dihadiri sejumlah pejabat daerah dan pejabat utama Mabes Polri. Mengawali sambutannya, Suyudi mengaku bahagia karena hingga saat ini dirinya masih merangkap jabatan sebagai Kapolri sekaligus Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN).

"Saya sangat berbahagia karena saya bisa berbicara kapasitas saya sebagai Kapolri sekaligus juga sebagai Kepala BNN," kata Suyudi mengawali sambutannya pada Jumat, 23 Oktober 2026.

Suyudi kemudian memaparkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang menyebut Sumatera Utara saat ini menjadi wilayah nomor satu terkait kasus tindak pidana narkoba. Meski demikian, ia meminta jajarannya tidak berkecil hati dengan data tersebut karena tingginya angka kasus juga diiringi banyaknya pengungkapan yang dilakukan aparat.

"Tapi jangan kecil hati, walaupum nomor satu tapi pengungkapannya juga banyak juga," ujar Suyudi.

Ia menegaskan, capaian pengungkapan kasus tidak boleh membuat aparat lengah. Seluruh jajaran kepolisian di Sumatera Utara diminta terus bekerja keras memutus mata rantai peredaran narkoba, mulai dari pencegahan hingga penindakan terhadap jaringan yang terlibat.

"Jangan kecil hati dengan data, data biasa tapi yang paling penting langkah-langkah kita hadapi narkoba harus terus. Dari hulunya pencegahannya," ucap Suyudi.

Pengungkapan kapal yang diduga membawa satu ton ketamine di Perairan Belawan tersebut menjadi perhatian dalam upaya pemberantasan peredaran narkoba di Sumatera Utara.

Kapolri menekankan pentingnya langkah berkelanjutan agar peredaran narkoba dapat ditekan, termasuk melalui penguatan pencegahan dari hulu dan penindakan terhadap jaringan peredarannya. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid