IDNVoice.com – Menteri Koperasi Ferry Juliantono ditetapkan sebagai Presiden Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam (SI) periode 2026-2031 dalam Kongres Nasional Majelis Tahkim ke-42 SI yang berlangsung di Surabaya, Senin.
Ferry menggantikan Hamdan Zoelva, yang kini ditetapkan sebagai Ketua Dewan Pusat Syarikat Islam. Dalam kepemimpinannya, Ferry berkomitmen melanjutkan program periode sebelumnya sekaligus meningkatkan kapasitas dan kualitas organisasi untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi umat.
Dikutip dari siaran pers Kementerian Koperasi di Jakarta, Senin, Ferry menyatakan Syarikat Islam akan terus memperkuat dakwah ekonomi sebagai upaya mendorong kesejahteraan dan kemandirian masyarakat.
Salah satu fokusnya adalah mengaktifkan seluruh cabang Syarikat Islam agar berperan langsung dalam membantu masyarakat yang menghadapi persoalan ekonomi, termasuk warga miskin yang terjerat pinjaman ilegal dan mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan pangan.
"Kami akan aktifkan seluruh cabang untuk membebaskan masyarakat dari jeratan pinjaman ilegal, memberikan bantuan pangan, serta menyelesaikan masalah warga yang miskin," kata Ferry sebagaimana dikutip IDNVoice pada Selasa, 20 Oktober 2026.
Sebagai Menteri Koperasi, Ferry juga berupaya menyinergikan agenda prioritas Syarikat Islam dengan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Program tersebut menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk mendorong pemerataan ekonomi masyarakat hingga tingkat desa dan kelurahan.
Ia meyakini keterlibatan kader dan anggota Syarikat Islam yang tersebar di berbagai wilayah dapat mendukung pelaksanaan KDKMP sekaligus memperluas manfaat program bagi masyarakat.
Untuk merealisasikan agenda organisasi selama lima tahun ke depan, Ferry meminta dukungan seluruh anggota Syarikat Islam. Menurutnya, kolaborasi dan partisipasi anggota menjadi bagian penting dalam menjalankan program kerja organisasi.
Ferry juga mengajak seluruh anggota untuk menjaga arah perjuangan organisasi dengan berani mengingatkan dan meluruskan langkah apabila menyimpang dari kaidah yang telah ditetapkan para pendahulu.
Melalui kepemimpinan baru ini, Syarikat Islam diharapkan semakin memperkuat peran dalam pemberdayaan ekonomi umat, membantu kelompok masyarakat rentan, serta membangun sinergi dengan program pemerintah untuk mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat. [DR]