IDNVoice.com – Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) menempati posisi teratas dalam survei elektabilitas partai politik yang dilakukan Poltracking Indonesia pada akhir September hingga awal Oktober 2026. Partai yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto itu unggul dari PDI Perjuangan (PDIP) dan Partai Golkar.
Berdasarkan hasil survei tersebut, elektabilitas Gerindra mencapai 22,9%, terpaut cukup jauh dari PDIP yang berada di posisi kedua dengan 13,4%. Sementara itu, Partai Golkar menempati urutan ketiga dengan elektabilitas 9,1%.
Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda Rasyid, menyampaikan hasil tersebut dalam pemaparan survei yang ditayangkan melalui kanal YouTube Poltracking Indonesia.
"Elektabilitas Gerindra tertinggi, kemudian disusul PDIP, Golkar, PKB, kemudian PKS, Demokrat, NasDem," kata Hanta Yuda pada Senin, 19 Oktober 2026.
Hasil survei ini menempatkan Gerindra sebagai partai dengan elektabilitas tertinggi di antara partai politik yang diukur. Di bawah Golkar, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memperoleh elektabilitas 7,1%, disusul Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebesar 5,8% dan Partai Demokrat sebesar 5,4%.
Adapun Partai NasDem mencatat elektabilitas 3,9%, sementara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memperoleh 2,9%. Partai Amanat Nasional (PAN) berada di angka 2,2%, sedangkan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) meraih 1,6%.
Sejumlah partai lainnya memperoleh elektabilitas di bawah 1%. Partai Persatuan Indonesia (Perindo) tercatat sebesar 0,5%, Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora) 0,3%, dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) 0,2%.
Sementara itu, Partai Ummat, Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Gerakan Perubahan Indonesia (Garuda), Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), dan Partai Buruh masing-masing memperoleh elektabilitas 0,1%.
Angka yang juga mencolok dalam survei ini adalah proporsi responden yang belum menentukan pilihan atau tidak memberikan jawaban. Kelompok tidak tahu atau tidak menjawab mencapai 24,2%, menjadi salah satu kelompok terbesar dalam hasil survei tersebut.
Hanta Yuda mengatakan, sejumlah partai politik berpotensi kembali memperoleh kursi di parlemen apabila ambang batas parlemen atau parliamentary threshold tetap ditetapkan sebesar 4%.
Menurutnya, data elektabilitas menunjukkan sejumlah partai memiliki peluang untuk memenuhi ambang batas tersebut, meskipun posisi NasDem masih berada sedikit di bawah angka 4%.
"Ini kalau dilihat datanya NasDem, Demokrat, PKS, PKB, Golkar, PDIP dan Geindra berpotensi besar lolos di parlemen kalau angkanya tetap di 4% karena angka mereka ada di 4% atau lebih," ujar Hanta.
Berdasarkan angka survei, Gerindra, PDIP, Golkar, PKB, PKS, dan Demokrat berada di atas ambang batas 4%. Sementara itu, NasDem dengan elektabilitas 3,9% berada sangat dekat dengan batas tersebut.
Meski demikian, hasil survei merupakan gambaran preferensi politik responden pada periode pengumpulan data, bukan kepastian hasil pemilu mendatang. Elektabilitas partai masih dapat berubah seiring perkembangan politik, dinamika koalisi, serta strategi masing-masing partai.
Berikut hasil lengkap survei elektabilitas partai politik Poltracking Indonesia:
Survei nasional Poltracking Indonesia dilaksanakan pada 30 September hingga 7 Oktober 2026. Responden merupakan warga negara Indonesia yang telah memiliki hak pilih, yakni berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah.
Penelitian ini menggunakan metode multistage random sampling dengan melibatkan 1.220 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka.
Poltracking menyebut survei tersebut memiliki margin of error sebesar kurang lebih 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%. [DR]