Bantah Terlibat Doxing Dosen UGM, Menteri PU: Demi Allah, Demi Rasulullah, Saya Tidak

Selasa, 21 Juli 2026 12:03 WIB
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo. (IDNVoice/RCTI+)
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo. (IDNVoice/RCTI+)

IDNVoice.com - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo membantah terlibat dalam dugaan doxing atau penyebaran informasi pribadi tanpa izin terhadap dosen Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), Nabiyla Risfa Izzati, yang sebelumnya mengkritik kebijakan kepemimpinannya di Kementerian Pekerjaan Umum.

Pernyataan itu disampaikan Dody kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20 Juli 2026), menanggapi sorotan publik mengenai dugaan perundungan digital yang dialami Nabiyla.

Dody menegaskan dirinya tidak aktif menggunakan media sosial sehingga mengaku tidak memahami istilah doxing sebelum dijelaskan oleh wartawan.

"Saya ini lho, pegang media sosial, enggak. Gimana saya, tahu doxing ini dari mbak yang jelasin. Nggak ngerti saya gitu-gitu. Saya enggak pernah komentar apa-apa, kan enggak. Saya bukan pegiat media sosial," kata Dody.

Ia menyebut istilah doxing merupakan kosakata baru baginya dan memastikan tidak mengetahui maupun terlibat dalam dugaan penyebaran data pribadi yang ramai diperbincangkan di media sosial.

"Doxing ini kosa kata baru bagi saya. Enggak, Pak, saya enggak. Demi Allah, demi Rasulullah, saya itu. Saya bilang saya masih Muslim, kan. Terus saya bilang demi Rasulullah, saya bawa, kan. Enggak mungkinlah. Ya, enggaklah," ujarnya.

Isu tersebut mencuat setelah Nabiyla Risfa Izzati menjadi sorotan publik usai mengkritik polemik surat perjalanan dinas keluarga Menteri PU ke Amerika Serikat serta dugaan mutasi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum.

Di luar isu doxing, Dody menegaskan dirinya tidak mempermasalahkan kritik yang diarahkan kepadanya, baik terkait kebijakan maupun gaya kepemimpinannya.

"Enggak, enggak ada masalah. Kritik itu kan bagus. Kritik itu bagus. Membuat saya lebih bisa membagi diri sendiri lagi ke depannya. Enggak, enggak ada. Enggak ada masalah," kata Dody.

Saat dimintai tanggapan mengenai kritik yang menyebut gaya komunikasinya terlalu santai atau slengean, Dody mengakui karakter tersebut dipengaruhi latar belakangnya sebelum menjabat sebagai menteri.

Ia mengatakan berasal dari Jawa Timur dan memiliki pengalaman panjang di sektor swasta sehingga terbiasa berkomunikasi dengan gaya yang lebih santai, kecuali ketika menghadapi persoalan yang benar-benar serius.

"Ya gimana, saya ini asalnya dari Jawa Timur, orang swasta. Gimanalah enggak slengean. Sudahlah. Ketika ada sesuatu yang serius banget, baru saya akan serius. Karena ini kan bukan sesuatu yang serius," ujar Dody.

Hingga kini, polemik dugaan doxing terhadap dosen UGM tersebut masih menjadi perhatian publik, sementara Dody menegaskan dirinya tidak memiliki keterlibatan dalam penyebaran informasi pribadi yang dipersoalkan. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid