Gelar Dialog Kebangsaan, Berani Tekankan Warisan Gus Dur untuk Tionghoa

Senin, 20 Juli 2026 07:12 WIB
Pembina DPP Badan Persaudaraan Antariman (Berani) Daniel Johan saat dialog kebangsaan Peran Tionghoa dalam Pusaran Kebangsaan di Jakarta pada Minggu, 19 Juli 2026. (IDNVoice/Berani)
Pembina DPP Badan Persaudaraan Antariman (Berani) Daniel Johan saat dialog kebangsaan Peran Tionghoa dalam Pusaran Kebangsaan di Jakarta pada Minggu, 19 Juli 2026. (IDNVoice/Berani)

IDNVoice.com - Pembina DPP Badan Persaudaraan Antariman (Berani) Daniel Johan menegaskan etnis Tionghoa memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah Indonesia, mulai dari perjuangan kemerdekaan hingga pembangunan ekonomi, pendidikan, dan kebudayaan nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Daniel saat membuka Dialog Kebangsaan bertajuk Peran Tionghoa dalam Pusaran Kebangsaan di Jakarta, Minggu. Kegiatan itu digelar Berani dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) Ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Dalam kesempatan itu, Daniel menekankan bahwa Indonesia berdiri atas kontribusi seluruh anak bangsa tanpa membedakan suku, agama, maupun etnis.

"Komunitas Tionghoa telah memberikan sumbangsih besar dalam sejarah perjuangan kemerdekaan, pembangunan ekonomi, pendidikan, hingga kebudayaan nasional. Sejarah itu harus terus dirawat agar tidak hilang dari ingatan generasi penerus," tuturnya pada Minggu, 19 Juli 2026.

Berani sendiri merupakan badan otonom di bawah naungan PKB yang berfokus pada upaya merawat pluralisme dan memperkuat semangat kebangsaan.

Daniel mengatakan, sejak didirikan oleh para ulama Nahdlatul Ulama, PKB secara konsisten menjadikan nilai-nilai kebangsaan sebagai landasan perjuangan politik. Menurutnya, pluralisme bagi PKB bukan sekadar gagasan, melainkan prinsip yang diwujudkan melalui kebijakan dan tindakan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ia juga menyoroti hubungan harmonis antara PKB dan komunitas Tionghoa yang memiliki akar sejarah kuat. Hubungan tersebut, kata dia, tidak lepas dari perjuangan Presiden keempat Republik Indonesia, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), dalam mengembalikan harkat, martabat, dan hak-hak warga Tionghoa di Indonesia.

"Beliau memulihkan kembali sejarah peran masyarakat Tionghoa yang digelapkan sebagai bagian yang utuh dari bangsa Indonesia. Sebelumnya, selama puluhan tahun, telah terjadi diskriminasi dan pengaburan sejarah terhadap masyarakat Tionghoa. Berkat keberanian Gus Dur, harkat dan martabat warga Tionghoa kembali dipulihkan," katanya.

Menurut Daniel, hubungan PKB dengan komunitas Tionghoa dibangun di atas nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan persamaan hak sebagai warga negara.

"Inilah fondasi yang terus kami jaga hingga hari ini," ucapnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan PKB akan terus memperkuat posisinya sebagai rumah besar kebangsaan yang terbuka bagi seluruh elemen masyarakat tanpa memandang latar belakang suku, agama, maupun etnis.

Daniel juga mengajak seluruh pihak untuk meneladani nilai-nilai yang diwariskan Gus Dur dalam membangun Indonesia yang damai, inklusif, dan berkeadaban.

"Merawat sejarah berarti merawat masa depan. Indonesia akan semakin kuat apabila setiap warganya merasa dihargai, dilindungi, dan memiliki kesempatan yang sama untuk berkarya serta mengabdi bagi bangsa dan negara," ujarnya. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid