Tembus 2,03 Juta Ekor: Ini Daftar Lengkap Sebaran Hewan Kurban 2026, Jawa Timur Paling Banyak

Kamis, 04 Juni 2026 23:29 WIB
Kementerian Agama (Kemenag) mencatat 2,03 juta jumlah hewan kurban tersebar di seluruh Indonesia pada Iduladha 1447 Hijriah dan ditaksir tembus diangka Rp18 triliun nilai perputaran ekonominya. (Kemenag RI)
Kementerian Agama (Kemenag) mencatat 2,03 juta jumlah hewan kurban tersebar di seluruh Indonesia pada Iduladha 1447 Hijriah dan ditaksir tembus diangka Rp18 triliun nilai perputaran ekonominya. (Kemenag RI)

IDNVoice.com - Pelaksanaan kurban Iduladha 1447 H di masjid-masjid seluruh Indonesia mencatat angka signifikan. Berdasarkan data Direktorat Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kementerian Agama, jumlah hewan kurban yang tersebar mencapai 2.032.753 ekor, terdiri atas 676.866 ekor sapi dan 1.355.887 ekor kambing.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat, mengatakan, data tersebut menunjukkan partisipasi masyarakat yang tinggi dalam ibadah kurban sekaligus memperkuat nilai kepedulian sosial yang menjadi ruh Iduladha.

"Pelaksanaan kurban tahun ini menunjukkan partisipasi umat Islam yang sangat baik. Lebih dari dua juta hewan kurban tersebar di berbagai masjid di Indonesia. Ini bukan hanya bentuk ketaatan dalam beribadah, tetapi juga wujud nyata kepedulian dan semangat berbagi kepada sesama," ujar Arsad saat ditemui di Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Berdasarkan data yang masuk, provinsi dengan jumlah hewan kurban terbanyak adalah Jawa Timur sebanyak 455.007 ekor, disusul Jawa Tengah sebanyak 405.065 ekor, dan Jawa Barat sebanyak 374.482 ekor. Sementara itu, Sumatera Barat mencatat 106.276 ekor, Lampung 105.913 ekor, dan Jambi 87.319 ekor.

Berikut data sebaran hewan kurban Iduladha 1447 H di masjid Indonesia:

  1. Aceh (29.932 ekor sapi dan 38.705 ekor kambing)
  2. Bali (1.123 ekor sapi dan 2.198 ekor kambing)
  3. Banten (4.833 ekor sapi dan 12.500 ekor kambing)
  4. Bengkulu (8.027 ekor sapi dan 4.172 ekor kambing)
  5. Daerah Istimewa Yogyakarta (16.948 ekor sapi dan 47.844 ekor kambing)
  6. DKI Jakarta (9.379 ekor sapi dan 22.342 ekor kambing)
  7. Gorontalo (8.184 ekor sapi dan 112 ekor kambing)
  8. Jambi (15.858 ekor sapi dan 71.461 ekor kambkambin
  9. Jawa Barat (99.137 ekor sapi dan 275.345 kambing)
  10. Jawa Tengah (99.471 ekor sapi dan 305.594 kambing)
  11. Jawa Timur (61.656 ekor sapi dan 393.351 kambing)
  12. Kalimantan Barat (9.217 ekor sapi dan 5.999 ekor kambing)
  13. Kalimantan Selatan (6.970 ekor sapi dan 1.149 kambing)
  14. Kalimantan Tengah (4.623 ekor sapi dan 1.467 kambing)
  15. Kalimantan Timur (11.141 ekor sapi dan 3.881 ekor kambing)
  16. Kalimantan Utara (1.906 ekor sapi dan 376 ekor kambing)
  17. Kep. Bangka Belitung (3.027 ekor sapi dan 4.192 ekor kambing)
  18. Kepulauan Riau (5.455 ekor sapi dan 6.108 ekor kambing)
  19. Lampung (24.089 ekor sapi dan 81.824 ekor kambing)
  20. Maluku (762 ekor sapi dan 548 ekor kambing)
  21. Maluku Utara (3.041 ekor sapi dan 902 ekor kambing)
  22. Nusa Tenggara Barat (514 ekor sapi dan 553 ekor kambing)
  23. Nusa Tenggara Timur (4.440 ekor sapi dan 4.050 ekor kambing)
  24. Papua (1.987 ekor sapi dan 386 ekor kambing)
  25. Papua Barat (1.675 ekor sapi dan 106 ekor kambing)
  26. Riau (46.023 ekor sapi dan 5.628 ekor kambu)
  27. Sulawesi Barat (4.217 ekor sapi dan 338 ekor kambing)
  28. Sulawesi Selatan (52.325 ekor sapi dan 5.103 ekor kambing)
  29. Sulawesi Tengah (6.242 ekor sapi dan 1.194 ekor kambing)
  30. Sulawesi Tenggara (5.897 ekor sapi dan 1.135 ekor kambing)
  31. Sulawesi Utara (3.355 ekor sapi dan 433 ekor kambing)
  32. Sumatera Barat (94.204 ekor sapi dan 12.072 ekor kambing)
  33. Sumatera Selatan (20.726 ekor sapi dan 38.946 ekor kambing)
  34. Sumatera Utara (10.482 ekor sapi dan 5.873 ekor kambing)

Dari jumlah tersebut, nilai ekonomi dari 676.887 sapi kurban diperkirakan mencapai sekitar Rp14,21 triliun, sedangkan 1.355.887 kambing kurban mencapai sekitar Rp4,07 triliun. Angka ini menunjukkan bahwa ibadah kurban turut menggerakkan roda ekonomi masyarakat, mulai dari peternak, pedagang hewan, hingga distribusi daging kepada penerima manfaat. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid