Komunitas Guru Menulis Dinilai Jadi Langkah Nyata Perkuat Ekosistem Pendidikan

Sabtu, 04 Juli 2026 13:07 WIB
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikdasmen Nunuk Suryani menyampaikan pesan kunci dalam kegiatan Peluncuran Komunitas Guru Menulis di Kota Surabaya pada Jumat, 3 Juli 2026. (IDNVoice/Humas Kemendiknasmen)
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikdasmen Nunuk Suryani menyampaikan pesan kunci dalam kegiatan Peluncuran Komunitas Guru Menulis di Kota Surabaya pada Jumat, 3 Juli 2026. (IDNVoice/Humas Kemendiknasmen)

IDNVoice.com - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengapresiasi keterlibatan sektor swasta dalam mendukung peningkatan kompetensi guru, khususnya melalui penguatan budaya literasi dan menulis. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi salah satu kunci dalam mempercepat transformasi pendidikan di Indonesia.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, menilai inisiatif swasta melalui pembentukan Komunitas Guru Menulis menjadi contoh nyata kontribusi media massa dalam meningkatkan kapasitas guru sekaligus memperkuat ekosistem pendidikan.

"Komunitas Guru Menulis ini adalah langkah maju yang melengkapi berbagai upaya penguatan kapasitas guru. Saya melihat ini sebagai bentuk konkret bahwa media massa dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih baik, bukan sekadar penyampai informasi, tetapi juga penggerak perubahan," ujar Nunuk dalam pernyataan tertulisnya pada Sabtu, 4 Juli 2026.

Nunuk menegaskan peningkatan mutu pendidikan tidak dapat dilakukan pemerintah sendirian. Karena itu, Kemendikdasmen terus membuka ruang kolaborasi melalui semangat Partisipasi Semesta dengan melibatkan media massa, dunia usaha, organisasi profesi, hingga masyarakat.

"Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah selalu membuka pintu seluas-luasnya bagi kolaborasi semacam ini. Kami percaya bahwa transformasi pendidikan tidak bisa dikerjakan sendiri oleh pemerintah," katanya.

Lebih lanjut, Nunuk menilai kemampuan menulis merupakan kompetensi penting yang harus terus dikembangkan oleh guru sebagai bagian dari pembelajaran sepanjang hayat. Melalui aktivitas menulis, guru tidak hanya mendokumentasikan pengalaman mengajar, tetapi juga melatih kemampuan berpikir kritis serta menyusun gagasan secara sistematis.

"Guru yang baik adalah guru yang terus belajar, dan menulis adalah salah satu cara belajar yang paling efektif. Ketika seorang guru menulis, ia dipaksa untuk berpikir lebih jernih, menyusun gagasan secara runtut, dan menguji pemahamannya sendiri atas materi yang ia ajarkan," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyambut baik lahirnya Komunitas Guru Menulis sebagai ruang bagi para pendidik untuk berbagi inovasi pembelajaran yang lahir dari pengalaman di dalam kelas.

Menurut Aries, di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan artifisial (AI), pengalaman nyata yang dimiliki guru tetap tidak dapat digantikan oleh teknologi.

"AI tidak bisa berdiri di dalam kelas dan menghadapi beragam karakter murid. Itu yang dimiliki para guru," ujarnya.

Aries juga menyampaikan pesan Gubernur Jawa Timur agar para guru terus berkarya melalui tulisan sebagai warisan bagi dunia pendidikan.

"Guru yang mengajar akan dikenang oleh muridnya, guru yang menulis akan dikenang oleh peradaban," katanya.

Kemendikdasmen berharap semakin banyak kolaborasi antara pemerintah, media, dunia usaha, dan masyarakat untuk memperkuat kompetensi guru sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan nasional melalui budaya literasi yang berkelanjutan. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid