IDNVoice.com - Di tengah kasus dugaan keracunan yang terus bermunculan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah, Presiden Prabowo Subianto berbicara mengenai pentingnya kemampuan sebuah negara dalam memenuhi kebutuhan dasar rakyat.
Pesan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-18 BRICS 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi, India pada Sabtu, 12 September 2026.
Dalam sesi terbatas KTT BRICS yang ditayangkan melalui akun YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (13 September 2026), Prabowo menegaskan bahwa kekuatan sebuah bangsa berawal dari rakyat.
Prabowo mengatakan negara yang ingin menjadi tangguh dan mandiri harus mampu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari pangan, energi hingga pendidikan.
"Kekuatan selalu berawal dari rumah, dari rakyat kita, dari kemampuan kita untuk memberi makan rakyat kita, untuk menyediakan energi yang mereka butuhkan, untuk mendidik anak-anak kita, dan untuk memberi mereka kesempatan untuk sejahtera. Itulah cara kita membangun bangsa yang tangguh dan benar-benar mandiri," ujar Prabowo pada Minggu, 13 September 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan ketika Indonesia tengah menghadapi berbagai persoalan dalam pelaksanaan program MBG, termasuk munculnya sejumlah kasus dugaan keracunan yang menimpa penerima manfaat di berbagai daerah.
Meski demikian, dalam forum internasional tersebut Prabowo menempatkan pemenuhan kebutuhan rakyat sebagai bagian dari fondasi kekuatan nasional.
Dalam forum BRICS, Prabowo juga menyinggung pengalaman Indonesia dan negara-negara berkembang dalam memperjuangkan kepentingannya melalui persatuan.
Ia mengatakan suara Indonesia di belahan bumi selatan kini semakin didengar setelah Konferensi Asia-Afrika (KAA) 1955. Negara-negara yang saat itu baru meraih kemerdekaan bersatu sebagai mitra yang setara.
"Kepentingan kami dapat lebih terlindungi dan diperjuangkan. Pelajaran ini tetap sangat penting. Dengan bersatu, kami juga menjadi lebih kuat," kata Prabowo.
Menurutnya, semangat persatuan tersebut masih relevan untuk memperkuat posisi negara-negara berkembang dalam menghadapi tantangan global.
Prabowo juga menegaskan Indonesia tidak ingin didikte oleh satu atau dua kekuatan mana pun. Menurutnya, Indonesia harus memiliki fondasi yang kuat agar mampu berdiri mandiri, sekaligus ikut menjaga perdamaian dan membangun kepercayaan di tingkat global.
"Dengan fondasi yang begitu kuat, saya yakin BRICS akan terus memperkuat kerja sama di bidang-bidang yang berdampak langsung pada ketangguhan kita. Energi adalah salah satu contoh nyata. Kami sedang menghubungkan sistem energi dan memperkuat ketahanan energi di seluruh kawasan kami untuk menggerakkan ekonomi serta membangun ketangguhan jangka panjang," imbuhnya. [DR]