IDNVoice.com – Perum Bulog mempercepat penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk mendukung operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di seluruh Indonesia. Hingga Jumat malam, 23 Oktober 2026, beras telah disalurkan ke 1.118 titik dari total 1.355 KDKMP yang mengajukan pemesanan atau mencapai 82,51 persen.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, Bulog berkomitmen memenuhi kebutuhan beras medium SPHP bagi KDKMP dengan harga terjangkau dan kualitas terjaga. Saat ini, beras SPHP dijual Rp58.000 per kemasan lima kilogram, dengan kualitas yang dipastikan baik, bersih, higienis, utuh, dan bebas hama. Ke depan, kemasan beras tersebut akan diperbarui menggunakan nama "Beras Kita Medium SPHP".
Komitmen tersebut disampaikan Ahmad Rizal saat mengunjungi KDKMP Babakan Ciparay di Kota Bandung, Sabtu, 24 Oktober 2026. Kunjungan itu dilakukan untuk memeriksa kesiapan koperasi sekaligus memastikan ketersediaan pasokan beras SPHP. Ia menjelaskan, KDKMP Babakan Ciparay menjadi satu-satunya koperasi yang telah beroperasi di Kota Bandung saat ini.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, beras SPHP telah masuk ke KDKMP Babakan Ciparay sejak 21 Oktober 2026 sebanyak 500 kilogram, sesuai pesanan atau purchase order (PO) dari Agrinas Pangan kepada Bulog.
"Alhamdulillah, siang ini kami sempatkan memeriksa kesiapan KDMP, khususnya dukungan Bulog dalam menyiapkan beras SPHP di seluruh KDMP di Tanah Air. Kebetulan ada kegiatan di Bandung, jadi sebelum kembali ke Jakarta, kami mampir mengecek ketersediaan beras SPHP di KDMP Babakan Ciparay," ujar Ahmad Rizal Ramdhani pada Sabtu, 24 Oktober 2026.
Menurutnya, KDKMP yang berlokasi strategis di dekat pasar berpotensi menjadi pusat perekonomian baru bagi masyarakat. Keberadaan koperasi juga dapat memperkuat distribusi barang bersubsidi sehingga pedagang dan pengecer memperoleh pasokan secara langsung. Selain beras SPHP, KDKMP diharapkan menyediakan gas elpiji bersubsidi, pupuk, dan berbagai kebutuhan masyarakat lainnya.
Ahmad Rizal menilai, KDKMP Babakan Ciparay memiliki prospek berkembang karena berada di tepi jalan utama dan bersebelahan langsung dengan pasar. Fasilitas yang bersih, nyaman, dilengkapi pendingin ruangan, serta unit simpan pinjam dinilai dapat mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di sekitarnya.
"Menurut saya, penempatan ini sangat ideal. Potensinya besar, tinggal ditingkatkan promosinya agar semakin dikenal dan dimanfaatkan masyarakat," katanya.
Dari sisi distribusi nasional, penyaluran beras SPHP telah menjangkau 534 dari 574 KDKMP di Jawa Timur atau 93,03 persen, serta 371 dari 411 KDKMP di Jawa Tengah. Di Daerah Istimewa Yogyakarta, pasokan telah diterima 144 dari 169 KDKMP, sedangkan di Jawa Barat mencapai 129 dari 147 KDKMP. Adapun DKI Jakarta dan Banten mencatat penyaluran ke 14 dari 19 KDKMP.
Sementara itu, di Lampung beras SPHP telah disalurkan ke 15 dari 20 KDKMP atau 75 persen. Di Sumatera Selatan, penyaluran mencapai 11 dari 15 KDKMP atau 73,33 persen. Bulog masih memproses pengiriman ke sekitar 200 titik yang belum menerima pasokan dan menargetkan seluruh permintaan terpenuhi pada Senin atau Selasa pekan berikutnya.
Untuk mendukung kelancaran distribusi, Bulog saat ini menguasai stok beras medium sekitar 4,556 juta ton. Pemerintah juga telah menyetujui tambahan kuota beras SPHP sebanyak satu juta ton untuk periode September 2026 hingga Maret 2027. Penambahan tersebut diharapkan memperkuat ketersediaan pasokan sekaligus menjaga stabilitas harga beras di masyarakat.
"Berapapun pesanan dari Agrinas Pangan, akan kami penuhi dan salurkan. Selain itu, telah disetujui penambahan kuota SPHP sebanyak satu juta ton untuk periode September 2026 hingga Maret 2027, guna mengantisipasi beberapa hal," tandasnya. [DR]