IDNVoice.com – Akses masyarakat terhadap LPG 3 kilogram (kg) semakin diperluas melalui jaringan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Hingga Oktober 2026, PT Pertamina Patra Niaga mencatat sebanyak 966 koperasi telah menyediakan layanan penjualan LPG 3 kg dengan dukungan 285 agen pemasok.
Melalui jaringan tersebut, sekitar 33.347 tabung LPG 3 kg telah didistribusikan ke berbagai wilayah di Indonesia. Kehadiran layanan ini diharapkan memudahkan masyarakat memperoleh kebutuhan energi lebih dekat dari tempat tinggal sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi di tingkat desa dan kelurahan.
Direktur Transformasi, Digitalisasi, dan Sustainability Pertamina Patra Niaga, Tenny Elfrida, mengatakan pengembangan jaringan koperasi menjadi bagian dari upaya memperluas akses energi bagi masyarakat.
“Sekitar 33.347 tabung LPG telah didistribusikan melalui jaringan KDKMP, dan kami berharap jaringan ini dapat terus berkembang untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat,” kata Tenny dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta pada Jumat, 16 Oktober 2026.
Jumlah koperasi yang menyediakan layanan LPG 3 kg tersebut meningkat delapan unit dibandingkan akhir September 2026. Saat itu, Pertamina Patra Niaga mencatat penyaluran LPG telah menjangkau 958 KDKMP.
Tenny menjelaskan, dukungan Pertamina Patra Niaga terhadap KDKMP dilakukan melalui penyediaan produk LPG Bright Gas maupun LPG 3 kg, dengan tetap mengikuti ketentuan yang berlaku.
Menurutnya, keterlibatan koperasi dalam penjualan LPG diharapkan dapat mendekatkan akses masyarakat terhadap kebutuhan energi sekaligus membuka peluang pengembangan kegiatan ekonomi lokal.
Dengan jaringan koperasi yang tersebar di berbagai wilayah, masyarakat diharapkan memiliki alternatif lokasi untuk memperoleh LPG. Namun, keberlanjutan manfaat tersebut juga bergantung pada kelancaran pasokan dan ketersediaan produk di masing-masing koperasi.
Dukungan terhadap pengembangan KDKMP juga terlihat dari kunjungan Wakil Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN), Aminuddin Ma’ruf, ke KDKMP Meruya Selatan, Jakarta Barat pada Kamis, 15 Oktober 2026.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung pengelolaan koperasi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Aminuddin mengapresiasi model usaha koperasi yang tidak hanya menyediakan kebutuhan pokok dan LPG, tetapi juga memberikan ruang pemasaran bagi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Koperasi Kelurahan Meruya Selatan ini selain menjual kebutuhan sehari-hari, juga membuka ruang untuk memasarkan produk-produk UMKM di sekitar. Harganya relatif lebih murah dibandingkan toko-toko lain,” ujar Aminuddin.
Selain Meruya Selatan, peninjauan dilakukan di sejumlah KDKMP lain di wilayah Jakarta dan Banten, antara lain Cakung Timur, Cipedak, Bintaro, Pondok Aren, serta Meruya Timur.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Tenny Elfrida dan Direktur Penunjang Bisnis Pertamina Patra Niaga, Putut Andriatno. Peninjauan ini juga menjadi kesempatan untuk melihat dukungan distribusi energi melalui jaringan koperasi.
Keberadaan layanan LPG 3 kg di KDKMP mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Salah satunya Suwanto, warga yang membeli LPG 3 kg di KDKMP Bintaro.
Ia mengaku terbantu karena lokasi penjualan LPG berada tidak jauh dari tempat tinggalnya sehingga lebih mudah dijangkau.
“Alhamdulillah, adanya LPG ini sangat membantu warga. Lokasinya juga dekat, sekitar 100 meter dari tempat tinggal kami. Semoga program ini semakin maju dan berjalan lancar,” ungkap Suwanto.
Selain mendekatkan akses energi, keberadaan koperasi juga diharapkan mampu memperluas pemasaran produk UMKM dan memperkuat aktivitas perdagangan di lingkungan masyarakat.
Dengan demikian, KDKMP tidak hanya berfungsi sebagai tempat penjualan kebutuhan pokok, tetapi juga berpotensi menjadi penghubung antara konsumen dan pelaku usaha lokal. [DR]